Wagub DKI akan Integrasikan Penanganan Banjir di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok

Jumat, 31 Desember 2021 16:02 Reporter : Yunita Amalia
Wagub DKI akan Integrasikan Penanganan Banjir di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok Neraca perdagangan RI surplus. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan komitmen Pemprov DKI untuk terus meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Langkah ini digencarkan mengingat Pelabuhan Tanjung Priok merupakan jendela utama perdagangan internasional.

Riza menuturkan, yang menjadi sorotan Pemprov DKI adalah, Pelabuhan Tanjung Priok berada di lokasi rawan terhadap banjir rob dan genangan. Hal itu setidaknya akan berdampak terhadap arus barang ke pelabuhan.

"Untuk menunjang kelancaran distribusi barang, Pemprov DKI Jakarta berupaya mengurangi kemacetan dengan penerapan kebijakan transportasi terintegrasi dan penanggulangan banjir," kata dia di Pelabuhan Tanjung Priok dalam acara Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021, Jumat (31/12).

Dia menuturkan, peran Pelabuhan Tanjung Priok sangat penting dalam kinerja ekspor dan impor. Ia menyebutkan, pada 2020, nilai ekspor barang melalui Pelabuhan Tanjung Priok mencapai Rp136,45 triliun.

Sedangkan, untuk nilai ekspor komoditas pertanian yang terdiri dari subsektor peternakan, hortikultura, kehutanan, perkebunan, tanaman pangan, perikanan dan lain-lain mencapai Rp1,202 triliun dari 130 jenis komoditas yang diekspor ke 71 negara.

Dari data tersebut, ucap Riza, secara tidak langsung memberikan gambaran mengenai peran penting Pelabuhan Tanjung Priok sebagai jendela Indonesia di mata internasional.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, peran Polda Metro Jaya pada prinsipnya merupakan pintu masuk utama kegiatan ekspor/impor di wilayah Ibu Kota. Oleh karena itu, Polda Metro Jaya akan menjaga ekspor/impor di semua titik penjagaan.

"Ini untuk menghindari kartel-kartel yang bisa mengganggu. Jakarta memang bukan daerah pertanian, jadi kami hanya mendorong urban farming. Kami sendiri sudah memulai," katanya.

Kegiatan Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 mengangkat tema 'Sinergi Pengawalan dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan dan Mendunia', Kementerian Pertanian RI bersama Kepolisian Daerah melakukan ekspor komoditas pertanian secara serentak bersama dengan 33 Provinsi lainnya di Indonesia.

DKI Jakarta, menyumbang ekspor kekayaan di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan sebanyak 61.200 ton dengan nilai Rp907 miliar. [bal]

Baca juga:
Banjir Semakin Parah, 4.000 Lebih Warga Aceh Timur Mengungsi
Banjir Bandang Hanyutkan 12 Rumah Warga Padang Lawas
Kecamatan Dilanda Banjir di Aceh Timur Bertambah Jadi 8, Warga Mengungsi Capai 2.751
Tiga Kecamatan di Aceh Timur Dilanda Banjir, Ribuan Warga Mengungsi
BNPB: Bencana di 2021 Menurun, Tapi Dampaknya Meningkat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini