KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Ungkap bullying siswi SMP, Pemprov DKI lakukan investigasi

Selasa, 18 Juli 2017 01:31 Reporter : Syifa Hanifah
Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan video bullying yang menjadi viral di media sosial. Tampak sekelompok siswa dan siswi mengenakan seragam sekolah SMP sedang mem-bully seorang siswi di kawasan Thamrin City, Jakarta Pusat.

Dalam video tersebut terdapat siswi yang mengenakan seragam putih-putih itu terpojok di kelilingi siswa dan siswi lainnya. Di mana seorang siswi tiba-tiba menjambak rambut korban hingga terjatuh. Seorang siswa juga ikut menjambak dan memukul kepala siswi tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto menjelaskan kronologis dari aksi bullying yang dilakukan siswi-siswi SMP di kawasan Thamrin City. Pelaku bullying terdiri dari siswi-siswi yang sudah membentuk Genk sejak SD.

"Rupanya itu geng dari SD. Ketika di SD mereka punya geng. Misalnya saya teman dengan Anda sewaktu SD. Pada saat kejadian ketemu di satu lokasi. Tapi mereka berbeda sekolah saat SMP," ujar Sopan saat dihubungi, Senin (17/7).

"Hari ini saya tunggu investigasi, kami sudah lengkap maka konpers. Irjen, polisi, dinas pendidikan sudin sedang melakukan investigasi," sambungnya.

Lanjutnya, korban dan pelaku bullying sama siswi dari kelas VII. Dengan maraknya kejadian bullying dirinya hanya berharap peran aktif pengawasan dari guru maupun orangtua.

"Kejadiannya di luar jam sekolah dan lokasinya di luar jam sekolah. Saya mengimbau bahwa ini peristiwa membuka mata kita bahwa pendidikan jadi tanggung jawab orang tua, sekolah dan pemprov," ujarnya.

Kemudian Sopan mengatakan dalam instruksi Gubernur DKI Jakarta No 15 Tahun 2016 dijelaskan devinisi dari bullying yang dibagi menjadi menjadi dua yakni verbal dan non verbal.

Untuk verbal berbentuk kekerasan, non verbal yang nonton, diam-diam merekam dan share bagian dari bentuk bullying.

Terkait pelaku sendiri telah dikembalikan ke orangtua karena ini baru masuk pelajaran baru.

"Belum belajar secara intens. Kok sudah buat gaduh belum apa-apa Dikasih ke orang tua secara normalitas. Kita kan gak tau ini sebenarnya ini masalah apa kita engak tau masalahnya apa," ujar Sopan.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat telah memerintahkan dinas pendidikan untuk melakukan investasi.

"Saya sudah perintahkan dinas pendidikan untuk investigasi dan kasih sanksi yang tegas. (Dikeluarkan) Nanti saya tanyakan ke dinas pendidikan," tutupnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Bullying
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.