THR Habis Buat Judi, Anggota PPSU Mengaku Jadi Korban Begal ke Istri

Jumat, 29 April 2022 08:09 Reporter : Merdeka
THR Habis Buat Judi, Anggota PPSU Mengaku Jadi Korban Begal ke Istri Ilustrasi uang. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Anggaradedy

Merdeka.com - Kelakuan anggota Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) tak patut dicontoh. RPA (28) mengarang cerita seolah-olah menjadi korban begal.

Semua itu dilakukan karena takut takut ketahuan sang istri uang Tunjangan Hari Raya (THR) telah ludes karena dipakai untuk bermain judi.

Cerita fiktif RPA viral di media sosial dan menggugah rasa iba orang-orang disekitar termasuk Kapolsek Sawah Besar, Kompol Maulana Mukarom. Bahkan, Mukarom menyempatkan diri untuk bertemu dengan RPA sembari memberikan sedikit santunan.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Maulana Mukarom mengatakan, pihaknya telah mengusut dugaan pembegalan yang dialami RPA sesuai LP yang diterima Polsek Sawah Besar. Adapun Laporan Polisi terdaftar dengan : LP/25/K/IV/2022/Sek SB, tanggal 27 April 2022.

Hasil penyelidikan berhasil mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi.

"Kami melakukan penyelidikan dan melakukan olah TKP serta melakukan interogasi terhadap saksi-saksi yang ada di sekitar TKP," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (29/4).

2 dari 2 halaman

Tak Ada Pembegalan

Mukarom menerangkan, RPA tidak pernah dibegal. Uang THR itu justru dipergunakan RPA untuk bermain judi online.

"Bahwa Uang THR milik RPA bukan hilang karena dibegal melainkan RPA menggunakan uang THR tersebut untuk bermain judi online," terang dia.

Adapun alasan RPA menutupi dengan membuat cerita bohong karena khawatir mendapat omelan dari istri.

"RPA takut kepada istrinya yang nantinya akan marahi jika mengetahui uang THR habis untuk bermain judi slot," ujar dia.

Sementara itu, nominal uang yang disampaikan RPA dengan penyelidikan Polsek Sawah Besar juga berbeda.

Mukarom menerangkan, RPA menarik uang di mesin ATM Bank DKI di kantor Kecamatan Sawah Besar sebesar Rp200.000 pada Rabu 27 April 2022 sekitar pukul 05.12 WIB.

"Tidak sesuai dengan keterangan korban yang menerangkan bahwa melakukan penarikan uang sebesar Rp4.400.000," ujar dia.

Gegara membuat laporan palsu itu pun kini RPA harus berurusan dengan Polsek Sawah Besar.

Sebelumnya, RPA membuat Laporan Polisi (LP) di Polsek Sawah Besar. Dia mengaku jadi korban kawanan begal saat bekerja di Jalan Mangga Besar Raya Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat pada Rabu, 27 April 2022 pukul 05.20 WIB.

Saat itu, RPA mengaku kepada polisi, uangnya Rp4,4 juta ludes dirampas para pelaku yang menurut ceritanya berjumlah 10 orang.

"Menurut keterangan korban uang sebesar Rp4.400.000 THR sebagai petugas PPSU Kel. Mangga Dua Selatan, yang di ambil di ATM Bank DKI yang berada di kantor Kecamatan Sawah Besar, dan uang tersebut akan di gunakan untuk persiapan kebutuhan lebaran idulfitri," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [fik]

Baca juga:
Komisi III DPR Temukan Marak Judi & Peredaran Narkoba di Riau saat Ramadan
Terbukti Berjudi, Ketua KIP Aceh Barat Daya Bakal Dicambuk 23 Kali di Muka Umum
Bandar Judi Chip Higgs Domino di Aceh Ditangkap Polisi
Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Malang, 86 Motor Ditinggal Pemiliknya
Kecanduan Judi Online, Pria di Tapanuli Utara Curi Perhiasan Majikan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini