Sumarsono heran Dinas Kebersihan selalu bermasalah
Merdeka.com - Sebanyak 27 orang pekerja harian lepas (PHL) di Suku Dinas Kebersihan Jatinegara, Jakarta Timur diputus kontrak. Pekerja yang diputus kontraknya itu mengadu kepada Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, bahwa alasan pemutusan kontrak tidak masuk akal bahkan cenderung terjadi tindakan KKN (korupsi kolusi nepotisme).
Saat ditemui di Balai Kota, Sumarsono mengatakan dirinya dalam waktu dekat akan memanggil kepala suku dinas kebersihan tersebut guna meminta klarifikasi. Memang, kata Sumarsono, dari beberapa dinas dan suku dinas, Dinas Kebersihan lah yang sering mengadu.
"Alasannya katanya enggak bisa main futsal, harus bisa futsal. Ini mau PHL apa futsal?. Ada juga kemudian mereka melaporkan bahwa ada KKN di bawah, nah makanya ini Saber Pungli harus turun ke bawah kalau begini jadinya," ujar Sumarsono, Jakarta, Rabu (11/1).
"Saya juga heran kenapa kok yang bermasalah selalu kebersihan. Dinas Pertamanan belum pernah mengadu, tata air juga belum pernah," katanya.
Nantinya, saat meminta klarifikasi terhadap kepala Sudin tersebut, Sumarsono ingin melihat persyaratan yang diberikan terhadap PHL guna memastikan alasan benar tidaknya pemutusan kontrak PHL karena tidak bisa main futsal dan lain sebagainya.
"Ini yang akan saya minta klarifikasi. Ini kan baru aduan mereka apakah betul suratnya agar ada syarat tertentu. Itu juga yang tadi saya diskusikan karena diutamakan yang bisa futsal. Lah syarat ini saya kira ini syarat tambahan yang mungkin dibuat oleh sekretaris kelurahan," pungkasnya.
Sebelumnya pagi tadi 8 orang dari perwakilan 27 PHL yang diputus kontrak datang ke Balai Kota untuk menyampaikan keluhan mereka karena diputus kontrak begitu saja tanpa ada alasan yang jelas.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya