Siap-Siap, DKI Setop Siaran TV Analog Mulai 5 Oktober 2022

Minggu, 25 September 2022 07:51 Reporter : Lydia Fransisca
Siap-Siap, DKI Setop Siaran TV Analog Mulai 5 Oktober 2022 Siaran Televisi Analog di Banten Dihentikan Bertahap Mulai 17 Agustus. ANTARA/Pixabay

Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa penghentian siaran televisi (TV) analog terestrial atau Analog Switch Off (ASO) akan dilaksanakan Jabodetabek pada Rabu, 5 Oktober 2022 mendatang.

Ketetapan ini sesuai dengan amanat pasal 60A Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dalam aturan tersebut, siaran TV selanjutnya beralih ke siaran TV Digital.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, wilayah Jabodetabek siap menerapkan kebijakan siaran TV ini karena telah memenuhi ukuran kesiapan yang terdiri dari tiga hal.

Yang pertama, Niken mengatakan bahwa Jabodetabek memiliki siaran TV analog yang akan dihentikan siarannya. Kemudian, telah beroperasi siaran TV digital pada cakupan siaran TV analog sebagai penggantinya.

"Selain itu, sudah dilakukan pembagian bantuan Set Top Box (STB) bagi rumah tangga miskin di wilayah ini," kata Niken, Sabtu (24/9).

Berdasarkan pernyataan Niken, infrastruktur siaran TV digital di wilayah Jabodetabek telah beroperasi melalui tujuh operator multipleksing (MUX) yang terdiri dari Lembaga Penyiaran Publik TVRI dan enam Lembaga Penyiaran Swasta. Pasalnya, terdapat 23 stasiun televisi di Jabodetabek sudah bermigrasi dari analog ke digital.

"Saat ini, 23 stasiun televisi di Jabodetabek sudah bermigrasi dari analog ke digital serta terdapat program-program siaran televisi digital baru yang menambah keragaman pilihan konten acara yang dapat disaksikan,” jelas Niken.

Niken juga menyampaikan, saat ini pelaksanaan bantuan distribusi 479.307 unit STB untuk rumah tangga miskin telah terlaksana 63,4 persen. Capaian distribusi STB yang dilakukan para penyelenggara multipleksing dan yang dibiayai anggaran negara juga berjalan sesuai rencana.

"Kami terus dipantau secara harian untuk dituntaskan sebelum 5 Oktober 2022,” kata Niken.

Kepala Bidang Jaringan dan Komunikasi Data Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta Aditia Prana Kusuma mengatakan, kuota penerima bantuan STB Kemenkominfo RI di wilayah Jakarta ditetapkan 50.059 Rumah Tangga Miskin.

Hingga per 21 September 2022, tercatat baru 21.112 rumah tangga yang telah menerima bantuan STB atau setara 42,2 persen.

"Dari Kementerian, DKI hanya diberikan kuota 50-ribuan. Itu data Carik Jakarta desil 1, belum termasuk Kepulauan Seribu. Kita juga mohon kepada LPS agar cakupan atau coverage areanya bisa menggapai masyarakat yang berada di Kepulauan Seribu,” jelas Aditia.

Aditia menambahkan bahwa kriteria rumah tangga miskin penerima bantuan STB di antaranya masih menggunakan siaran TV Analog dan masuk dalam cakupan (coverage) siaran TV Digital.

"Pada prinsipnya secara tupoksi Dinas Kominfotik DKI Jakarta membantu publikasi dan kelancaran distribusi dengan koordinasi unit terkait,” jelas Aditia. [rhm]

Baca juga:
Terlibat di Sinetron Panggilan Indosiar, Simak Deretan Fakta Arida Nuraini
Cantik Natural, Intip Potret Yasmin Napper 'Love Story The Series' Tanpa Make Up
Cantik, Intip Potret Jasmine Suratie Artis Blasteran India yang Main di Pintu Berkah
Intip Potret Alisia Rininta saat Pakai Gaun, Pemeran Novia Takdir Cinta yang Kupilih
Berawal Cinlok di Sinetron 'Panggilan', Ini Potret Mesra Ilyas Bachtiar & Nabila LIDA

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini