Sempat vakum di era Ahok, Anies mau Jakarnaval jadi tradisi Jakarta

Minggu, 8 Juli 2018 22:35 Reporter : Merdeka
Sempat vakum di era Ahok, Anies mau Jakarnaval jadi tradisi Jakarta Parade kendaran hias di Jakarnaval 2018. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Pelaksanaan Jakarnaval sempat terhenti di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Di tahun pertama kepemimpinannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menghidupkan.

Dia berharap kegiatan serupa dengan Jakarnaval sering diselenggarakan di Ibu Kota sehingga menjadi tradisi.

"Bersyukur acara ini berjalan baik dan mudah-mudahan nanti ini menjadi satu tradisi yang bisa kita lebih sering lagi dan diselenggarakan di Jakarta," kata Anies di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (8/7).

Ditambahkan Anies, penyelenggaraan kegiatan semacam ini sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat mengenai kinerja SKPD Pemprov DKI Jakarta yang selama ini tak terlihat.

"Misalnya yang biasa mengeruk sungai kadang-kadang alatnya kita tidak tahu. Kita tahu-tahunya bersih dan tadi ditampilkan," jelasnya.

Sementara itu beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan alasan Jakarnaval kembali dihidupkan kembali setelah vakum dua tahun lantaran anggaran festival dicoret oleh gubernur terdahulu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Selain alasan HUT DKI dan untuk menyambut Asian Games, Jakarnaval diperlukan karena semua kota besar di dunia juga memiliki karnaval.

"Karena di setiap kota besar itu ada karnavalnya. Dan Jakarta juga punya karnaval. Tapi saya pas mulai bertugas tahun lalu ternyata Jakarnaval absen dua tahun dengan ya tentunya berbagai alasan, thats not go into the reasoning. Tapi pada intinya, Los Angeles punya parade. New York punya parade. Boston punya parade. Singapura waktu saya tinggal di sana punya parade. Dan parade itu adalah bagian dari keceriaan dan pouring of excitement," jelas Sandi.

Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mencoret seluruh mata anggaran karnaval dan festival pada 2016-2017 lalu. Alasannya adalah anggaran yang disiapkan Dispar terlalu besar.

"Masak Disparbud bikin Festival Kota Tua Rp 10 miliar. Lu mau undang artis siapa? Enggak benar gitu, loh. Nah ini, mesti kami potong," kata Ahok dulu.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini