Sempat dicoret, Pemprov DKI kembali anggarkan pembangunan 3 Rusun

Selasa, 2 Oktober 2018 16:35 Reporter : Merdeka
Sempat dicoret, Pemprov DKI kembali anggarkan pembangunan 3 Rusun Rusunawa Muara Baru. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta kembali menganggarkan untuk pembangunan tiga rumah susun sederhana sewa (rusunawa) pada APBD 2019. Padahal sebelumnya, pembangunan tiga rusun sempat batal di penganggaran APBDP 2018 kemarin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Meli Budiastuti mengatakan, tiga rusun yang akan dibangun yakni Rusun Jalan Inspeksi BKT di Kelurahan Ujung Menteng; Rusun PIK Pulogadung; dan revitalisasi pembangunan Rusun Karang Anyar di Jakarta Pusat.

Dia mengungkapkan, rencana pembangunan tiga rusun ini akan menggunakan skema multiyears atau tahun jamak. "Iya, dianggarkan lagi (APBD 2019), tiga lokasi yang kemarin kami matikan," ujar Meli di Balai Kota DKI, Selasa (2/10).

Meli mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan pembongkaran terhadap bangunan lama Rusun Karang Anyar. Mengingat bangunan itu telah dihapus dari aset Pemprov DKI Jakarta oleh Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI.

"Yang Karang Anyar, September ini sudah mulai melakukan pembongkaran oleh BPAD. Proses (penghapusan aset) itu sudah, tinggal pembongkaran bangunannya dilaksanakan oleh BPAD," jelasnya.

Adapun anggaran pembangunan tiga unit rusun senilai Rp 712 miliar itu dicoret dalam pembahasan APBDP 2018 karena tidak dapat dibangun dalam satu tahun anggaran. Anggaran itu dialihkan untuk pembebasan lahan.

"Rp 712 miliar itu DPRD minta untuk dimasukkan ke pembebasan lahan," tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini