Sejarah Patung Selamat Datang, Ikon Jakarta yang Kini Terhalang Revitalisasi Halte

Rabu, 5 Oktober 2022 07:27 Reporter : Merdeka
Sejarah Patung Selamat Datang, Ikon Jakarta yang Kini Terhalang Revitalisasi Halte Bunga Matahari Percantik Kawasan Bundaran HI. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Halte Transjakarta Tosari sedang direvitalisasi saat ini. Halte akan didesain lebih futuristik berbentuk kapal. Sayangnya, pembangunan halte harus berdampak pada bangunan sekitar. Tinggi bangunan dianggap menghalangi pandangan mata ke arah Patung Selamat Datang yang berlokasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Padahal, Patung Selamat Datang menjadi ikon Jakarta.

Sangat disayangkan, landmark Jakarta itu tidak lagi bisa terlihat dari berbagai sudut pandang mereka yang melintas di kawasan tersebut.

Lalu bagai sejarah berdirinya Patung Selamat Datang tersebut?

Monumen Selamat Datang adalah warisan budaya nasional yang tervisualisasi oleh sepasang manusia sedang melambaikan tangan dan menggenggam bunga. Patung ini berdiri tegak di atas penyangga di tengah kolam Bundaran HI. Sekilas, patung ini tampak menyapa siapa saja yang sedang melewatinya dari arah tugu Monumen Nasional (Monas).

Patung kembar ini dibangun dengan latar belakang sejarah yang unik. Mulai dari karakteristik bangunan, perancang bangunan, hingga tim pembuatan patung yang dikerjakan oleh pematung asal kota Yogyakarta.

Dirangkum merdeka.com dari berbagai sumber, berikut sejarah Patung Selamat Datang di Jakarta.

2 dari 6 halaman

Sejarah Patung Selamat Datang

Monumen Selamat Datang yang berada di tengah Bundaran HI menjadi salah satu ikon populer yang ada di Indonesia. Mulanya, pembangunan patung ini dilakukan menjelang perhelatan acara Asian Games IV pada tahun 1962. Saat itu, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah untuk pesta olahraga terbesar di Asia.

Hal itu membuat Presiden Soekarno yang saat itu masih menjabat, ingin membuat monumen sebagai simbol penyambutan para tamu-tamu negara termasuk kontingen atlet dari berbagai negara yang datang untuk kompetisi Asian Games.

Maka, patung kembar ini dibangun sebagai simbol penyambutan.

3 dari 6 halaman

Berada di Jantung Ibu Kota

Pembangunan Patung Selamat Datang yang terletak di tengah Bundaran HI berlokasikan di jantung Ibu Kota. Pasalnya, lokasi ini mempertemukan Jalan Jenderal Sudirman dengan Jalan MH Thamrin.

Selain itu, lokasi monumen yang berada di tengah Bundaran HI pun menjadi pusat perhatian di kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat.

Tidak hanya itu, patung ini dibangun cukup tinggi dengan patung sepasang laki-laki dan perempuan menggenggam bunga dan melambaikan tangan mengarah ke utara, yaitu arah pelabuhan.

4 dari 6 halaman

Awal Rancangan oleh Henk Ngantung

Presiden Soekarno merupakan sosok di balik rencana pembuatan patung selamat datang ini. Dari ide Presiden Soekarno, kemudian terjadilah rancangan awal monumen yang dikerjakan oleh Henk Ngantung. Di mana saat itu, Henk Ngantung merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Monumen ini dirancang dengan patung setinggi 5 meter, terdari kepala hingga kaki patung. Sedangkan tinggi patung secara keseluruhan, yaitu dari kaki hingga tangan yang melambai sekitar 7 meter.

Ukuran patung inipun dinilai proporsional dan terlihat cocok diletakkan di tengah Bundaran HI dan dilihat dari arah jauh.

5 dari 6 halaman

Edhi Sunarso Sebagai Pimpinan Tim Pematung

Meskipun rancangan awal dibuat oleh Henk Ngantung, namun patung ini dibuat oleh tim pematung yang berasal dari Karangwuni, Kecamatan Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Mereka adalah tim pematung Keluarga Arca yang dipimpin oleh Edhi Sunarso.

Pembuatan patung ini memakan waktu kurang lebih 1 tahun. Saat proses pembuatan, Presiden Soekarno sempat mengunjungi sanggar Edhi Sunarso didampingi oleh Duta Besar Amerika Serikat, Howard P. Jones, beserta para menteri.

Setelah selesai dirampungkan, Monumen Selamat Datang ini akhirnya diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1962.

6 dari 6 halaman

Edhi Suwarno Wafat Pada 2016

Patung Selamat Datang memang masih berdiri dan menjadi ikon Kota Jakarta, juga Indonesia. Namun pembuat patung ini telah meninggal dunia pada 4 Januari 2016. Edhi Suwarno, tidak lain adalah pimpinan tim pematung Keluarga Arca wafat pukul 22.53 WIB, setelah dirawat di ICU Jogja International Hospital.

Berdasarkan keterangan dari Sari Prasetya Angkasa, yakni putri bungsu Edhi, bahwa sebelumnya Edhi dirawat sejak 3 Desember karena keluhan sesak napas. Pria kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, 2 Juli 1932 meninggal dunia pada umur 83 tahun. Edi meninggalkan 4 orang anak dan 11 cucu.

Sebelum wafat, Sari mengungkapkan bahwa Edhi berpesan untuk menjaga galeri yang baru saja diresmikan pada September 2016 lalu. Selain itu, Edhi juga berharap galeri seni yang dirintisnya bisa memberikan banyak manfaat untuk banyak orang, termasuk bermanfaat di dunia seni.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar [cob]

Baca juga:
Pro dan Kontra Pembangunan Halte Bundaran HI Halangi Patung Selamat Datang
Sosialisasi UU Tindak Pelaku Kekerasan Seksual Saat Car Free Day di Bundaran HI
Kirab Merah Putih Dimulai, Warga Antusias Padati Bundaran HI
Sambut HUT RI, Warga Kenakan Kostum Unik Saat CFD
Aksi Seribu Lilin Keadilan di Bundaran HI
Ini Aturan Baru di Bundaran HI untuk Pengguna Kendaraan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini