Satu Pasien Omicron yang Meninggal Sudah Vaksin Lengkap dan Punya Riwayat Gagal Napas

Senin, 24 Januari 2022 12:57 Reporter : Yunita Amalia
Satu Pasien Omicron yang Meninggal Sudah Vaksin Lengkap dan Punya Riwayat Gagal Napas Ilustrasi Pasien Omicron Meninggal Dunia

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengecek informasi mengenai salah satu warga ibu kota terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron meninggal dunia. Data diterima Pemprov DKI Jakarta pasien Omicron tersebut merupakan warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Data yang ada ini kan satu orang ini warga Pasar Minggu. Satu warga Ciputat Tangerang Selatan," kata Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Senin (24/1).

Riza mengatakan, dari data diterima Pemprov DKI Jakarta, pasien Omicron asal Ciputat itu mempunyai riwayat penyakit bawaan atau komorbid dan belum disuntik vaksin. Dia meninggal di RS Sari Asih Ciputat.

"Kalau warga Jakarta dari Pasar Minggu sudah dua kali vaksin sinovac meninggal karena ada komplikasi dan gagal napas," kata Riza.

2 dari 2 halaman

Satu Pasien Omicron Meninggal Transmisi Lokal

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi melaporkan dua kasus terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron meninggal dunia. Satu di antaranya merupakan kasus Omicron transmisi lokal, satu lainnya pelaku perjalanan luar negeri.

"Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso," kata Nadia, Sabtu (22/1).

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan ini, kedua pasien memiliki komorbid. Namun, dia tak merinci jenis komorbid pada pasien.

Hari ini, Kementerian Kesehatan mencatat kenaikan kasus Covid-19 sebanyak 3.205 orang. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 4.283.453.

Menurut Nadia, kenaikan kasus baru konfirmasi Covid-19 ini merupakan implikasi dari peningkatan Omicron. Sejak 15 Desember 2021 hingga saat ini, secara kumulatif tercatat 1.161 kasus konfirmasi Omicron ditemukan di Tanah Air.

Dia mengatakan, berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Omicron di Indonesia. Mulai dari menggencarkan 3T terutama di wilayah pulau Jawa dan Bali, peningkatan rasio tracing, menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat, menggencarkan akses telemedicine, serta meningkatkan rasio tempat tidur untuk penanganan Covid-19 di rumah sakit.

Terbaru, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan aturan untuk penanganan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia, seperti tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 17 Januari 2022.

"Melalui Surat Edaran ini, penanganan pasien konfirmasi Omicron sesuai dengan penanganan Covid-19, di mana untuk kasus sedang sampai berat dilakukan perawatan di rumah sakit, sementara tanpa gejala hingga ringan, difokuskan untuk Isolasi mandiri dan Isolasi terpusat," kata Nadia mengakhiri.

Baca juga:
Pemerintah Ungkap Kenaikan Kasus Covid-19 di Jawa-Bali Berasal dari Jabodetabek
Menkes: Dari 1.600 Pasien Omicron Hanya 20 yang Membutuhkan Tabung Oksigen
Rangkuman Kasus Covid-19 dan Omicron Sepekan Terakhir
Suntikan Booster Vaksin Moderna dan Pfizer 90 Persen Efektif Lawan Omicron
Pemerintah Larang Masyarakat Masuki Lokasi Tidak Sediakan Pedulilindungi
Pemerintah Sebut Infeksi Omicron Ancam Sistem Perawatan RS Meski Kematian Rendah
Luhut Sebut Kasus Omicron Tidak Naik Kencang karena Penggunaan PeduliLindungi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini