Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sandi sebut OK Otrip tekan pengeluaran masyarakat menengah ke bawah

Sandi sebut OK Otrip tekan pengeluaran masyarakat menengah ke bawah Sandiaga Uno di Masjid Jami Nurul Galah. ©2017 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Sejak awal pekan kemarin, PT Transjakarta mulai melakukan uji coba program One Karcis One Trip (OK Otrip). Program yang terintegrasi dengan angkutan umum seperti angkot ini mulai uji coba di satu rute; Duren Sawit-Kampung Melayu.

Ada empat rute yang akan menjadi dilayani program ini yang akan dilakukan secara bertahap. Rute-rute ini yaitu Jelambar, Jakarta Barat; kawasan Warakas, Jakarta Utara, dan kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Melalui kartu OK OTrip, diberlakukan biaya perjalanan hanya Rp 5 ribu yang berlaku dalam durasi tiga jam. Selama tiga jam itu, pengguna transportasi massal akan tetap dikenakan biaya Rp 5 ribu kendati berkali-kali berganti angkutan massal.

"Kita hari ini meluncurkan satu lagi rute dan besok satu lagi dan berikutnya menyusul satu lagi. Jadi ada empat rute yang akan kita fungsikan. Mohon bantuan dari teman-teman media terus menulis OK OTrip karena kita ingin OK OTrip membantu masyarakat menekan biaya transportasi mereka," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno, Selasa (16/1) malam.

Sandi mengatakan selama ini pendapatan warga khususnya kalangan menengah ke bawah sebanyak 30 persen habis untuk biaya transportasi. Dengan program ini diharapkan dapat membantu warga berpenghasilan rendah tersebut.

"Data kita menunjukkan dari penghasilan masyarakat khususnya menengah ke bawah, 30 persen digunakan untuk biaya transportasi. Kita ingin menurunkan ini secara signifikan ke angka di bawah 15 persen," paparnya.

Terkait sistem transportasi kaitannya dengan Transit Oriented Development (TOD) di Dukuh Atas siap diluncurkan akhir Januari. "Kami sedang menunggu tanggal dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan lancarnya launching dari TOD ini," ujarnya.

Peluncuran TOD diharapkan dapat menciptakan 2 ribu sampai 3 ribu lapangan kerja baru. Dengan adanya TOD, pihaknya akan mendorong pedestrianisasi.

"Fungsi dari badan-badan jalan yang digunakan para pejalan kaki, para commuters sehingga mereka bisa berinteraksi dan menyiapkan sambungannya antara MRT, LRT nanti ke depannya dan juga Kereta Api Indonesia Railink maupun Transjakarta," papar Sandi.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP