Saling sindir dan kritik soal cara Ahok bangun reformasi birokrasi
Merdeka.com - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mengunggulkan program reformasi birokrasi dan transparansi untuk dilanjutkan jika terpilih menjadi pemimpin Jakarta lima tahun ke depan. Ahok menegaskan, reformasi birokrasi menjadi penting untuk membangun Jakarta yang lebih baik.
Ahok mengklaim, selama dua tahun menjadi gubernur DKI, dia sudah menjalankan program reformasi birokrasi dengan transparansi sistem anggaran, peningkatan mutu pegawai negeri sipil, dan bersih-bersih birokrasi. "Kita temukan banyak PNS bersyukur bangga jadi PNS DKI karena digaji baik. Paling bawah Rp 13 juta, paling tinggi Rp 70 juta," ungkap Ahok dalam debat pemimpin Jakarta yang diselenggarakan Kompas TV, di Djakarta Theatre, Kamis (15/12).
Namun, reformasi birokrasi tidak bisa selesai hanya dalam waktu lima tahun. Ahok mengaku membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun untuk membangun reformasi birokrasi. Anak-anak muda yang potensial siap menjadikan birokrasi Jakarta lebih baik.
Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan justru mengkritik cara Ahok membangun reformasi birokrasi. Anies menyindir Ahok yang suka marah-marah dan mengkritik anak buahnya yang tidak becus di depan umum. Menurutnya, cara ini justru membuat demoralisasi bagi PNS.
"Budaya organisasi harus positif. Menghukum tertutup, memuji terbuka. Jangan dibalik. Yang dibangun itu iklim positif. Jangan bilang semua PNS seluruhnya koruptor. Itu namanya pemimpin tidak hadir. Pemimpin itu mendorong agar berubah lebih baik," kata Anies.
Ahok menjawab kritik Anies. Dia mengaku selama ini sudah melakukan kritik pada anak buahnya secara tertutup. Namun itu tidak membuahkan hasil baik bagi reformasi birokrasi. Dia mencontohkan, ketika mengkritik anak buahnya, yang terjadi justru anak buahnya mencoba menyogoknya dengan gratifikasi. Bahkan anak buahnya itu justru memfitnahnya.
"Saya kritik orang terbuka, awalnya tertutup kok. Dia mau nyogok saya jam tangan mahal, uang banyak. Kalau saya kritik terbuka tidak demoralisasi. Buktinya, kepala PTSP berani pecat teman satu kamar waktu kuliah karena memeras dan meminta uang PTSP. Kalau baik-baik, kami baik-baik. Dan yang lain juga tidak sakit hati kok. Buktinya, sungai bersih, jalanan bagus. Tidak mungkin begitu kalau mereka sakit hati," ucap Ahok.
Anies kembali mengkritik Ahok dengan gayanya memperbaiki birokrasi Jakarta. Menurut Mantan mendikbud ini, sistem reformasi birokrasi di Jakarta justru cenderung one man show. Tidak membangun sistem di birokrasi bawah. "Yang bereskan seharusnya bukan yang ada di puncak. Lalu dia turun seolah-olah seperti pahlawan," sindir Anies.
Djarot membalas kritikan Anies. Djarot menegaskan bahwa sistem dan transparansi yang dibangun di Jakarta menjadi acuan seluruh Indonesia Sistem serba elektronik dibangun, sistem persaingan sehat birokrasi pun dibangun. PNS yang berprestasi maka cepat naik pangkat dan digaji tinggi. Tunjangan kerja dinamis diukur berdasarkan kinerja, bukan jam kerja. Djarot menyindir Anies karena mengkritik karena melihat dari luar. "Memang beda antara pengamat dan yang ada dari dalam," sindir Djarot. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya