Masyarakat Jakarta mulai berbondong-bondong memadati kawasan terminal dan stasiun untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Mereka bergegas untuk berjumpa dengan keluarga untuk merayakan hari raya Idulfitri.
Untuk mengemasi barang-barang, sejumlah pemudik memilih menggunakan kardus sebagai pembungkus. Kadang isinya oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Tak jarang isinya kebutuhan pokok.
Bukannya tidak ingin beralih ke barang bawaan yang lebih mudah seperti koper dan lain sebagainya, namun untuk pemudik membawa kardus masih menjadi sebuah kebiasaan.
Seperti halnya Turyono (56). Dia bersama istri dan kedua anaknya yang ingin mudik ke Sragen, Jawa Tengah. Sebagai perantau di Ibu kota, banyak sekali barang bawaan untuk saudara di kampung halaman.
Advertisement
Bukan hanya tas yang digendong dan beberapa barang bawaan lain bersama keluarganya. Sebanyak lima buah kardus yang cukup berat berisikan kebutuhan mudik yang tertutup dengan selotip dengan ukuran yang berbeda-beda.
"Bawa kardus mah masih lebih gampang aja mas buat saya. Kalau ditanya kenapa enggak pakai koper? Sayang uangnya kan kalau kardus gampang ditemuin dimana aja," kata Turyono saat ditemui di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (19/4).
Tidak terpikirkan hal repot baginya walaupun hanya membawa kardus. Menurutnya hal itu lebih efisien untuk sekedar memasukan seperti beberapa kebutuhan pokok untuk keluarga yang di kampung.
"Ya isinya kaya kopi, beras, ada juga beberapa makanan, baju-baju gitu deh buat saudara di kampung," ucap dia.
"Walaupun nanti pas sampe kampung, kan masih harus naik angkot lagi dari terminal, ya sudah biasa aja tinggal tenteng, kan ada talinya tuh," ungkap Turyono.
Advertisement
Sebagai contoh, barang bawaan berupa kardus akan dibawa ditempatkan di bagasi bawa bagian bus. Belum lagi ditumpuk-tumpuk dengan barang bawaan pemudik lain, juga tidak menjadi masalah baginya.
Dari beberapa pengalaman mudiknya, kotak kardus yang dibawa untuk mudik memang sesekali kerap terhimpit dengan barang bawaan pemudik lain.
"Kalau kernet bus pasti paham yang kardus-kardus gini nih pasti taronya di atas setalah koper-koper gitu, kalau misalnya kardusnya kaya benyek dikit enggak masalah, yang penting enggak sampe robek aja, nanti takutnya ada yang ilang," tuturnya.
Turyono hanya berharap, buah tangan hasil jerih payah yang didapat selama mengais rezeki di ibukota dapat membawa keberkahan bagi seluruh keluarga yang ada di kampung.