Jawab JK, Anies Sebut Soal Kualitas Udara Jakarta Tantang Bangsa Indonesia

Anies menyebut polusi udara di Jakarta akan dirasakan sepanjang musim panas. Hal itu menurutnya sudah ada sejak tahun-tahun sebelumnya.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Jawab JK, Anies Sebut Soal Kualitas Udara Jakarta Tantang Bangsa Indonesia
Kabut pekat selimuti Jakarta. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, persoalan kualitas udara di Jakarta menjadi tantangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Menanggapi hal tersebut, Anies menyebut masalah polusi udara adalah tantangan bangsa Indonesia.

"Tantangan untuk kita seluruh bangsa Indonesia," kata Anies di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7).

Selain itu, Anies menyebut polusi udara di Jakarta akan dirasakan sepanjang musim panas. Hal itu menurutnya sudah ada sejak tahun-tahun sebelumnya.

"Jadi dalam musim panas ini, seperti juga tahun-tahun lalu, kita akan menyaksikan kondisi di mana kualitas udara di Jakarta kondisinya kalau bisa dibilang poluted," kata Anies

Untuk mengurangi polusi itu, kata Anies, Pemprov menyiapkan beberapa rencana. Namun, ia enggan membocorkan langkah apa saja yang akan Pemprov ambil untuk mengurangi polusi di Ibukota. Ia berjanji akan mengumumkan saat semua sudah lengkap.

"Kalau sudah lengkap kita umumkan langkah-langkah yabg akan kita gunakan untuk menangani ini. Ujungnya pada pengurangan di sumber-sumber dan itu menyangkut pada masalah lalu lintas," jelas Anies

Sebelumya, Wapres JK mengatakan kualitas Udara Jakarta jadi tantangan bagi Anies.

"Ya itu tantangan untuk gubernur dan kita semua," kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (30/7).

Dilansir dari situ AirVisual, Selasa (30/7) pukul 13.13 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 162. Artinya kualitas udara di Jakarta tidak sehat. Ranking polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

AQI merupakan indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, seperti PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi