Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyesalkan aksi arogan disertai penganiayaan terhadap petugas parkir Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. "Ini menunjukkan, maaf ya, arogansi, arogansi aparat, mentang-mentang. Ini tidak baik, tidak baik," kata Djarot di Balai Kota, Senin (9/10)
Sebagai seorang aparat pemerintah, seharusnya mencontoh hal-hal yang baik, tidak arogan. Setiap aturan harus ditaati oleh siapapun walau hanya membayar parkir.
"Nah inilah justru kalau seseorang itu merasa aparatur negara, baik TNI, Polri, maupun aparatur sipil negara, itu harus kasih contoh teladan yang baik," katanya
Diketahui, insiden penembakan itu terjadi di basement 2 Mall Gandaria City. Korban saat itu tengah berjaga kemudian menagih biaya parkir terhadap pelaku yang mengendarai mobil dinas warna hijau dengan plat nomor 1058-45.
Saat ditagih biaya parkir pelaku malah bertanya kepada korban mengenai biaya gratis terhadap anggota TNI. Pertanyaan itu dijawab korban bahwa biaya gratis tak berlaku bagi anggota TNI maupun Polri kecuali tamu VIP maupun hotel.
Setelah itu pelaku pergi sembari membayar uang parkir senilai Rp 20 ribu. Namun tak berselang lama, pelaku datang bersama rekannya dan menghampiri korban.
Saat itulah penganiayaan terjadi. Dagu sebelah kiri korban dipukul. Pelaku lantas mengeluarkan senjata api dan meminta korban sujud tiarap serta mencium kakinya. Kemudian pelaku meletuskan tembakan ke atas area parkir.
Penganiayaan tersebut berhenti setelah pihak manajemen Gandaria City melakukan musyawarah. Kendati begitu, kasus tersebut dilaporkan korban ke Polsek Kebayoran Lama.