Seluruh Puskesmas di tingkat kelurahan dan kecamatan se-DKI Jakarta diminta siaga menghadapi penyebaran Flu Singapura. Penyakit itu diketahui telah menjangkit puluhan anak-anak di Depok, Jawa Barat."Puskesmas bersama suku dinas kesehatan harus melakukan penyuluhan ke SD-SD di wilayahnya. Karena virus ini selalu menyerang anak-anak," ujar Dien Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, saat dihubungi, Senin (13/2)."Jika ditemukan siswa yang terkena PKTM (Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut-red), maka anak itu harus diliburkan. Kemudian sekolah harus dibersihkan dengan antiseptik untuk mencegah penularan virus ke siswa yang lain," imbuhnya.Guna menghadang virus enterovirus atau Flu Singapura tersebut, Dien meminta, masyarakat yang menemukan kasus penyakit itu di pemukimannya agar segera melapor ke Puskesmas terdekat. Ini agar Puskesmas bisa langsung menangani pasien serta melakukan pembersihan lingkungan sekitar. Biasanya, virus ini hanya menyerang anak-anak yang berusia dibawah 10 tahun dengan penyebaran penularan cukup cepat."Pokoknya, kita lakukan deteksi seawal mungkin, supaya penularan virus enterovirus bisa diantisipasi. Obat-obatan untuk penyakit ini sudah ada di Puskemas. Jadi jangan takut," pungkas dia.Data dari Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan menyebutkan perkembangan Penyakit Tangan Kaki Mulut (PTKM) atau Flu Singapura telah terjadi di Kota Depok. Per tanggal 10 Februari lalu, ditemukan peningkatan kasus suspect PKTM di Kecamatan Bojong Sari berjumlah 34 kasus yang terjadi pada minggu kedua sampai dengan minggu keenam. Puncak kejadian adalah pada minggu ketiga, namun tidak ada kematian. Kasus terjadi pada usia 4 bulan hingga 72 bulan dan kasus yang terbanyak pada usia 18 bulan sampai 36 bulan, masing-masing sebanyak 3 orang.
Jakarta siaga Flu Singapura
Flu Singapura telah menjangkit puluhan anak-anak di Depok, Jawa Barat.
Advertisement
Rekomendasi