Ratna Sarumpaet: Jangan dianggap telepon gubernur perbuatan hina!
Merdeka.com - Aktivis Ratna Sarumpaet membenarkan dirinya menghubungi Gubernur Jakarta Anies Baswedan saat mobilnya diderek petugas Dinas Perhubungan DKI. Dia mempertanyakan tindakannya yang mencoba menghubungi orang nomor satu di ibukota ini.
"Emang enggak boleh saya manfaatkan? Bolehkah saya berhubungan dengan gubernur? Apa salahnya berhubungan dengan Gubernur? Aku yang pilih dia, pajakku yang menggaji dia, kok rakyat enggak boleh telepon gubernurnya," ucap Ratna di Jakarta, Senin (9/4).
Dia meminta, jangan ada pihak yang mencoba memandang langkah itu adalah perbuatan dosa.
"Jangan dianggap itu perbuatan hina. Saya kebetulan lagi kesulitan, handphone saya punya nomor dia, dan kebetulan petugas Dishub itu terus mengatakan ini perintah atasan. Kan atasannya gubernur. Boleh dong saya telepon. Jadi jangan dibuat itu dosa. Gubernur boleh telepon saya untuk mengecek," tutur Ratna.
Ratna juga merespons permintaan Sandiaga untuk mediasi lantaran berpandangan dirinya masih salah. Karena itu, Ratna meminta Sandiaga tidak berkomentar jika tak mengetahui duduk persoalannya.
"Dalam asumsi beliau menganggap, terus-menerus bahwa saya salah. Justru ini menurut saya, kalau enggak tahu persoalan jangan berkomentar. Ini bikin jadi ramai. Pak Sandi kan masih muda, saya sudah tua. Kalau diginiin terus, mati cepat nanti," ungkap Ratna.
Ratna menasihati Sandiaga. Menurutnya, seharusnya bukan Ratna yang meminta mediasi, namun Sandi yang harusnya memfasilitasi.
"Sekarang menurut saya tugasnya Pak Sandi sebagai wakl Gubernur, memediasi kami, mengundang kami duduk. Ini siapa yang salah. Jadi jangan suruh saya berantem lagi dengan Dishub dong," ucap Ratna.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya