Program OK OCE jangan cuma seminar bisnis belaka

Jumat, 12 Januari 2018 18:35 Reporter : Lia Harahap
Program OK OCE jangan cuma seminar bisnis belaka Sandiaga Uno memperkenalkan OK OCE Stock Center. ©2017 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Program One Kecamatan One Centre Entrepreneurship atau lebih dikenal dengan program OK OCE mulai dijalani serius oleh Pemprov DKI Jakarta. Pelatihan mulai dilakukan di kecamatan-kecamatan.

Pengurus Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Bije Widjajanto, menilai program itu sangat baik. Asalkan bukan sekadar seminar motivasi.

"Pelatihan itu penting sebenarnya, tapi kalau sekadar seminar motivasi bisnis sepertinya udah banyak. Baik yang berbayar maupun yang gratis. Dan saya rasa mereka sudah lulus kalau hanya motivasi bisnis," kata Pengurus Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Bije Widjajanto, saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (12/1).

Menurutnya, pelatihan memang penting dalam dunia kewirausahaan. "Tapi bukan untuk start up seperti itu. Lebih oke misalnya, begini. Kalau saya mau bikin restoran apa saya yang dibutuhkan, teknisnya seperti apa. Kalau kita mau buka usaha ini ada yang bimbing. Karena kalau sekadar seminar, mereka juga mampu bayar sendiri," jelasnya.

"Dan akan lebih baik jika dilatih bisnis coach itu baik sekali," sambungnya.

Keberadaan profesional coach, katanya, jauh lebih bermanfaat. Kemudian dibentuk seperti kelas di mana ada beberapa peserta di dalamnya.

"Kemudian bertemu setiap bulan, dan menjelaskan bulan pertama ini yang harus dilakukan. Jadi kayak diberi tugas gitu. Lalu kita cek hasilnya. Bukan sekadar trainer cuap-cuap," kata Bije.

Sebenarnya, lanjut Bije, ada beberapa tahapan penting sebelum memilih menjadi seorang pengusaha. Pertama ide kreatif, nekat, dan modak.

"Untuk ide kreatif, misalnya di pasar butuh enggak, shareable enggak, bertahan lama enggak, kalau dijalankan dengan modal sekian harus balik modal dalam waktu sekian," jelasnya.

"Lalu yang diperlukan adalah nekat. Misalnya ketika kita menaruh duit untuk usaha, kita siap hilang enggak. Terakhir uang dan modal. Sebetulnya modal itu tidak harus ada 100 persen di awal karena itu bisa diupayakan. Misalnya bermitra dengan supplier, atau istilahnya kerja sama binis. Karena saya enggak setuju juga modal dikasih, tempat, pembali dicariin. Kalau itu namanya pekerja bukan pengusaha. Kalau modal dikasih tidak ada rasa sakit berjuang," jelasnya.

Terkait program OK OCE yang digagas Anies-Sandi, dia menilai sangat bagus namun terdengar sangat bombastis. Kenapa bombastis, jelas Bije, karena target yang diharapkan yakni 200 ribu pelaku usaha selama lima tahun sangat besar sekali.

"Karena itu besar sekali jika benar sampai," jelasnya. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. OK OCE
  2. Anies Sandiaga
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini