PPK Kemayoran Pastikan Pembangunan Jembatan Roboh di Hutan Kota Tak Pakai APBD
Merdeka.com - Jembatan lengkung di kawasan Hutan Kota Kemayoran ambruk pada Minggu sore kemarin. Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran, Medi Kristianto, sudah memanggil pihak kontraktor untuk menyelidiki penyebab peristiwa itu.
Dikatakan Medi, pembangunan fasilitas jembatan lengkung memakai anggaran Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran.
"Bagian dari revitalisasi Hutan Kemayoran dan tidak menggunakan anggaran dari APBD Pemprov DKI Jakarta," kata Medi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/12).
Dia menjelaskan jembatan lengkung di area Hutan Kemayoran memang belum dibuka untuk umum. Kendati begitu, Medi memastikan lokasi tersebut aman untuk kegiatan rekreasi masyarakat.
Lanjut dia, area seluas 22,3 hektare disediakan sebagai area konservasi, edukasi dan rekreasi. Selain itu juga saat dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan lainnya.
"Dapat digunakan oleh publik seperti amphitheater, menara pandang, hingga penangkaran burung dan kupu – kupu," jelasnya.
Tidak Ada Korban Jiwa
Sebelumnya, Kapolsek Pademangan Jakarta Utara Joko Handoko membenarkan kejadian jembatan ambruk di kawasan Utan Kota Kemayoran.
"Terkait robohnya jembatan, benar. Sekira pukul 16.00 WIB," ujar Joko saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu kemarin.
Joko menyatakan tidak ada korban jiwa, baik dari pengunjung maupun pekerja yang ada di kawasan itu.
Sementara, jembatan tersebut masih dalam proses pengerjaan kembali dan belum bisa difungsikan untuk pengunjung.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya