Politikus Golkar sebut Ahok pasti pilih kursi roda ketimbang bunga

Kamis, 27 April 2017 17:03 Reporter : Fikri Faqih
Politikus Golkar sebut Ahok pasti pilih kursi roda ketimbang bunga Karangan bunga untuk Ahok-Djarot. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta ‎Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat tidak pernah merencanakan membeli karangan bunga sekalipun menang dalam Pilkada DKI 2017. Karena bagi mereka, dana tersebut lebih baik dipergunakan untuk membantu warga ibu kota yang masih memerlukan bantuan.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Basuki-Djarot‎, Bambang Waluyo Wahab mengatakan, tidak pernah terpikirkan untuk merencanakan membeli bunga dengan jumlah ribuan tersebut. Sehingga, dia menilai, pihak yang menuding karangan bunga tersebut adalah satu rencana besar sebagai orang yang kurang kerjaan.

"Ngapain juga pakai acara rekayasa, sekarang gini aja deh, satu karangan bunga anggap saja Rp 500 ribu. Kalau beli tiga berarti udah Rp 1,5 juta. Nah itu kalau buat beli kursi roda udah dapat dua loh. Pak Ahok pasti akan pilih beli kursi roda buat lansia daripada beli bunga‎," kata Bambang saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Kamis (27/4).

Politikus Partai Golkar ini mengungkapkan, setiap karangan bunga tidak mungkin tak memiliki bukti pengiriman barang dengan nama pemesan. Bagian Tata Usaha Gubernur DKI Jakarta telah melakukan rekap dan pengumpulan setiap karangan bunga yang masuk ke Balai Kota DKI Jakarta.

"Sudahlah, ini kan wujud apresiasi warga Jakarta, sebagian warga Jakarta yang dukung Ahok mengapresiasi apa yang telah dilakukan untuk mengubah Jakarta. Harus diingat ya, bukan cuman bunga doang yang dateng, ada juga kue dan makanan," tegasnya.

Bambang menambahkan, tim pemenangan Basuki-Djarot tidak pernah sekalipun meminta dana untuk disumbangkan ke Badja Center. Karena usai masa kampanye berakhir, seluruh dana yang masuk telah dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI dan itu dapat dipertanggungjawabkan.

"‎Ada berita bahwa Pak Ahok dan Pak Djarot menganjurkan tidak mengirim bunga, itu berita enggak jelas sumbernya dari mana. Bahkan ada juga informasi megatakan dari pada beli bunga mending nyumbang ke Badja Center itu juga enggak bener. Kita enggak buka sumbangan," jelasnya.

‎Kemudian pada kesempatan berbeda, Juru Bicara Tim Pemenangan Basuki-Djarot Raja Juli Antoni mengatakan, tidak bisa menghentikan warga mengirimkan karangan bunga. Karena ini merupakan bentuk apresiasi warga ibu kota kepada pasangan petahana yang kalah dalam hitungan cepat Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Secara personal saya tidak bisa menghalang-halangi warga yang mengirim bunga ke Balai Kota. Namun kalau boleh menyarankan, aksi bunga itu sudah lebih dari cukup. Dana untuk membuat bunga dapat dipergunakan untuk hal yang bermanfaat bagi komunitas di daerah masing-masing," tutupnya.

Sebelumnya, sempat beredar isu dari lawan politik Ahok-Djarot yang mengaku mendapat kabar bahwa karangan bunga itu dipesan oleh satu orang dan di tempat yang sama. Bahkan beredar pula di media sosial foto percakapan WhatsApp dari seseorang yang menjalankan perintah mengirimkan 1.200 karangan bunga ke Balai Kota. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini