Polisi belum tetapkan tersangka penggerebekan klinik aborsi di Senen
Merdeka.com - Polisi belum menetapkan tersangka terkait penggerebekan klinik aborsi di Jl Kramat VII No 12a Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Sebab, tiga orang yang diduga dokter kabur dan belum diketahui keberadaannya. Sementara alamat pasien yang tertera di buku klinik ternyata palsu.
"Kasus ilegal aborsi ini penyidik masih melakukan pencarian bukti, salah satunya melacak korbannya. Alamatnya pada ngaco," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono kepada wartawan, Kamis (26/5).
Awi mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan satu pun alat bukti yang kuat terkait kasus itu. Sehingga sementara penyelidikan kasus ini masih terdiam.
"Terkait ditemukannya alat-alat yang biasa digunakan untuk kuret, itu masih berupa barang bukti. Kita masih cari keterangan saksi yang kuat," ucapnya.
Meski diduga sebagai alat untuk menggugurkan janin, namun pada saat penggeledahan polisi tidak menemukan adanya praktik aborsi.
"Kita berawal dari bukti permulaan yang cukup, bukti permulaan cukup tentu minimal dua alat bukti terpenuhi. Nah polisi untuk menentukan harus mengumpulkan itu. Pada saat digeledah kan tidak ditemukan praktik aborsi. Saksinya kan baru si petugas sama pencatat buku tamu. Korbannya belum ada diperiksa, bagaimana menangkap tersangka," tutupnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya