Plt Gubernur DKI minta motor penerobos jalur Transjakarta disita
Merdeka.com - Tingginya angka kecelakaan di jalur Transjakarta menjadi sorotan pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tahun lalu angka kecelakaan yang terjadi di jalur TransJakarta meningkat tajam. Pada 2015 terjadi 427 kasus kecelakaan. Namun di 2016 meningkat hampir 200 persen menjadi 852 kasus.
Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan adalah kendaraan pribadi baik mobil maupun motor yang nekat menerobos jalur Transjakarta. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menilai, pelanggaran itu terjadi karena petugas kurang disiplin dan tegas.
"Itu kan sudah ada petugas yang jaga, enggak disiplin saja petugasnya," kata Sumarsono di Jakarta, Rabu (1/2).
Petugas sudah mengetahui bahwa Jalur Transjakarta seharusnya steril dan tidak boleh dilalui oleh kendaraan pribadi. Pelanggaran ini tidak terjadi jika petugasnya disiplin dalam berjaga. Karena itu Sumarsono meminta petugas Transjakarta menindak tegas agar menimbulkan efek jera bagi pelanggar.
"Kalau warga sih ya seenaknya sendiri mereka makanya harus penegakan hukum kalau perlu sekali ditangkap langsung motornya disita gitu aja. Akan dipertegas," tegasnya.
Sebelumnya, Sekda Pemprov DKI Jakarta, Saefullah memaparkan lonjakan pengguna Transjakarta sepanjang 2016. Angka penumpang Transjakarta melonjak dari 102,8 juta penumpang di 2015 menjadi 123,7 juta penumpang pada 2016. Ini sejalan dengan jumlah rute Transjakarta dari 39 rute menjadi 80 rute. Jumlah bus yang beroperasi juga semakin banyak dari 602 unit di 2015 menjadi 1.056 pada 2016.
"Pelanggan kita dari 102,8 juta jadi 123,7 juta. Rute kita dari 39 bertambah jadi 80 rute, dan operasi bus dari 605 jadi 1056," kata Saefullah di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/1).
Meski demikian dia menyayangkan tingginya angka kecelakaan yang terjadi di jalur Transjakarta. Pada 2015 ada 427 kasus kecelakaan. Angka itu langsung melonjak hampir 200 persen di 2016.
"Tapi yang prihatin kecelakaan juga bertambah. Kasus kecelakaan ada 852 di sepanjang 2016, (sedangkan) di tahun 2015 hanya ada 427 kasus," ujar Saefullah.
Dia melihat banyaknya kasus kecelakaan di jalur Transjakarta disebabkan oleh kendaraan pribadi yang menabrak separator busway yang telah ditinggikan. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya