Pengamat sayangkan Tanah Abang tak menjadi contoh penerapan OK Otrip
Merdeka.com - Program OK Otrip (One Karcis One Ticket) telah memasuki masa uji coba sejak Senin (15/1), kemarin. Baru satu rute yang dilalui yakni, Kampung Melayu-Duren Sawit. Rencananya, akan ada empat rute selama uji coba. Tiga sisanya, kawasan Jelambar, kawasan Warakas, dan kawasan Lebak Bulus akan menyusul.
Pengamat Transportasi Universitas Indonesia, Ellen Tangkudung, menyambut baik adanya program tersebut. Sebab, Ok Otrip mendukung integrasi antar moda transportasi Jakarta.
Meski begitu, Ellen mengkritik penerapan ujicoba tidak diintegrasikan dengan program Gubernur Anies lainnya. Yaitu pembenahan Tanah Abang yang dia sebut sebagai upaya penataan transportasi di sana. Menurut dia, seharusnya, upaya menciptakan konektivitas antar moda tersebut, dibarengi dengan sistem integrasi pembayarannya.
"Konektivitas Tanah Abang itu penataan transportasi tapi tidak bersamaan dengan apa yang direncanakan oleh gubernur sekarang, OK Otrip, kenapa gak sekalian dilakukan di sana," ujar Ellen pada diskusi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (16/1).
Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta ini menyarankan Anies menerapkan OK Otrip di Tanah Abang, karena angkutan umum utama, maupun penunjang tersebar di sana. Mulai dari Transjakarta, sampai angkot. Ditambah pula, pengguna angkutan kereta tumpah ruah di sana.
"Kenapa sih ga Tanah Abang, bener-bener jadi percontohan penataan Tanah Abang sekaligus menata tranportasi. Di situ Transjakarta deket, angkot ada di situ. Itu harus pekerjaan rumah besar di situ dan harus bertahap," kata Ellen.
Ke depannya, Pemprov DKI punya tantangan besar untuk mengajak para angkot dan angkutan sejenis tergantung dengan Transjakarta. Ellen mengungkap baru 89 trayek yang telah disiapkan dalam program OK Otrip.
"Kalau bisa dilaksanakan reroutingnya, ada 952 trayek baru 89 trayek yang sudah ada dijalankan masuk OK Otrip. Tidak mudah karena harus partisipasi angkot itu," tandasnya. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya