Pemprov DKI usul pensiunan polisi jadi Pak Ogah atur lalu lintas

Senin, 24 Juli 2017 22:35 Reporter : Anggie Ariesta
Pemprov DKI usul pensiunan polisi jadi Pak Ogah atur lalu lintas Pak Ogah atur lalu lintas akibat excavator mogok. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Metro Jaya berencana menggaji para Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) atau biasa disebut Pak Ogah dengan upah minimum regional (UMR). Pemprov DKI Jakarta justru merasa polisi memakai jasa para purnawirawan polisi untuk membantu mengatur lalu lintas.

"Purnawirawan polisi lalu lintas kan yang masih gagah banyak. Kenapa enggak itu saja yang direkrut? Sehingga tidak perlu pelatihan lagi," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (24/7).

Dengan memakai jasa para purnawirawan, kepolisian tidak perlu lagi melakukan pembinaan. Sebab, bila masyarakat dikhawatirkan nantinya bakal menambah masalah lalu lintas.

"Jangan sampai nanti kehadiran mereka justru jadi tantangan baru untuk problem lalu lintas itu sendiri,"

Sigit mendukung langkah memberdayakan masyarakat. Namun, perlu adanya kemampuan teknis diberikan. Pemprov DKI khawatir bila ide ini terealisasi justru menjadi celah baru bagi masyarakat.

"Ini kita harus betul-betul secara cermat. Sehingga kebijakan yang kita ambil bisa ada manfaatnya dan betul-betul menyentuh esensi permasalahan," ucapnya.

Untuk masalah kinerja, Sigit mengaku perlu adanya pengawasan. Hal ini bakal sulit diterapkan. "Nanti bagaimana prosedur pengawasannya dan lainnya. Ini yang harus kita pikirkan secara komprehensif. Artinya, memberdayakan masyarakat boleh, tapi harus bicara banyak faktor," tambahnya.

Sigit juga menyebut para Pak Ogah merupakan pelanggaran. Ini terkait aturan Perda 8 tahun 2014 tentang ketertiban umum. Maka dari itu, tenaga pengatur lalu lintas liar ini masih menuai pro dan kontra.

Sebelumnya, langkah ini dilakukan Polda Metro Jaya karena di Jakarta tengah banyak pembangunan infrastruktur. Sehingga beberapa ruas lalu lintas mengalami kemacetan.

"Supeltas merupakan sukarelawan pengatur lalu lintas diharapkan diberi bantuan dari CSR dari beberapa perusahaan setempat yang nilainya setara UMR (Upah Minimum Regional)," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra di Jakarta, Sabtu (22/7).

Halim mengatakan mengenai anggaran dana akan dibicarakan dengan pemerintah daerah (pemda) melalui dana Company Social Responsibility (CSR) dari beberapa perusahaan. Pak Ogah ini nantinya juga dibekali rompi khusus dan peralatan menunjang pekerjaan mereka.

Halim mengharapkan dengan gaji tersebut tidak akan ada lagi pungli dilakukan para Pak Ogah terhadap para pengendara khususnya roda empat seperti sering dikeluhkan. Dengan berdayakannya Pak Ogah ini menjadi Supeltas selain akan membantu tugas kepolisian juga membantu mengurangi pengangguran di Jakarta.

Selain membentuk Tim Supeltas, Halim juga akan menambah pasukan untuk ditempatkan dibeberapa titik kawasan Ibu Kota. Selain itu, dia juga tengah memaksimalkan fungsi trotoar untuk pejalan kaki sering diserobot para pengendara sepeda motor dengan melakukan penindakan dengan denda maksimal.

Tidak hanya itu, pelanggar lalu lintas sering melawan arus juga akan menjadi fokus polisi lalu lintas untuk dilakukan penindakan karena sering menjadi pemicu kecelakaan. "Ada anggota di situ. Kita tilang. Kalau kita berlakukan Perda bisa satu tahun kurungannya. Kalau menurut perda itu. Ditilang maksimal juga," terangnya. [ang]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini