Pemprov DKI Tutup Ancol, Ragunan, Monas & Museum Selama 2 Pekan
Merdeka.com - Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, Pemprov DKI akan menutup sejumlah destinasi wisata selama dua pekan. Lokasi wisata yang ditutup yakni, Ancol, Kebon Binatang Ragunan, Monas, dan museum.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, car free day juga ditiadakan dalam dua pekan ke depan.
"Semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI Jakarta akan ditutup selama dua minggu ke depan. Transportasi umum tetap berjalan, HBKB atau CFD ditiadakan dua minggu ke depan. Itu artinya, Ancol tutup, Ragunan tutup, Monas tutup, museum yang dipegang oleh DKI tutup," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (13/3).
Menurut dia, penutupan ini bertujuan untuk meminimalkan kegiatan warga di ruang terbuka yang penuh dengan orang untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Namun, dia mengatakan, pelayanan ke masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Kelurahan, kecamatan, kantor wali kota, balai kota puskesmas berjalan seperti biasa.
"Lalu kita juga sudah menyiapkan protokol untuk acara-acara di perkantoran, di perumahan, kegiatan-kegiatan ibadah keagamaan, kami siapkan, akan kami siarkan kepada seluruh masyarakat," kata Anies soal pencegahan Corona.
Mengintip Ruang Isolasi Pasien Virus Corona di RSUP Persahabatan
Tim medis saat menangani pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau COVID-19 di ruang isolasi Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2020). RSUP Persahabatan menangani 31 pasien dalam pemantauan dan pengawasan dari potensi terpapar virus corona.
Anies mengingatkan, sebaran Covid-19 cukup luas di wilayah selatan. Hari ini, sudah menyebar ke semua tempat.
"Kita tidak punya cukup waktu untuk menunggu, kita memiliki kewajiban untuk melindungi semua. Karena itu penting sekali bagi kita untuk bergerak cepat dan lebih cepat. Untuk itu, akses untuk menguji harus dilakukan, transparansi harus ada dari situ perlindungan bisa dilakukan," kata Anies.
Dia pun meminta agar warga Jakarta memprioritaskan untuk berkegiatan di rumah dan lingkungan sekitar. Dia meminta masyarakat untuk mengurangi kegiatan di tempat ramai.
"Sebisa mungkin membatasi interaksi dengan kerumunan dan orang-orang banyak. Tapi sebisa mungkin berkegiatan secara terbatas. Ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terburuk penularan. Jakarta tidak melakukan lockdown, tetapi Jakarta meminta kepada seluruh warganya sebisa mungkin mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali urgent. Belanja kebutuhan pokok, medis, atau kebutuhan penting lainnya. Bila tidak penting/produktif di rumah dulu. Ini perlu dilakukan untuk mencegah penularan," ujar Anies.
Reporter: Ika DefiantiSumber : Liputan6.com
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya