Pemprov DKI Siapkan Tim Hukum Hadapi Gugatan Warga Soal Banjir

Senin, 13 Januari 2020 18:14 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Pemprov DKI Siapkan Tim Hukum Hadapi Gugatan Warga Soal Banjir Banjir Jakarta. ©2012 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhanah mengatakan, pihaknya siap menghadapi gugatan yang bakal dilayangkan ratusan warga Ibu Kota terdampak banjir. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang menyiapkan tim hukum.

"Kami sudah sering menangani beberapa masalah. Jadi biasa saja sih. Sudah siapkan tim hukum dari dalam," kata dia di Kompleks Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (13/1).

Tim tersebut akan terdiri dari ahli-ahli yang berkaitan dengan substansi gugatan yang disampaikan. "Kalau ada substansi-substansi misalnya apa, kita lihat dulu gugatannya, nanti akan kita kaji. Mereka gugat apa, apa yang mereka ganti rugi, dasarnya apa, kerusakannya apa. Oh ternyata kita perlu ahli yang bidangnya apa," jelas dia.

Menurut Yayan, gugatan serupa sudah pernah dilayangkan pada tahun 2007 sampai tingkat Pengadilan Tinggi. Saat itu, Pemprov DKI berhasil memenangkan gugatan. Meski demikian, dia mengaku tidak tahu rincian gugatan tersebut.

"Yang jelas ada (kasus serupa). Di data kita ada laporan perkaranya. Gugatan yang class action-nya ditolak," terang dia.

Selain terkait banjir, lanjut Yayan, pihaknya sudah menghadapi gugatan class action lain. Seperti kasus lahan di Bidara Cina dan pencemaran udara.

"Selain class action ada citizen law suit kan, ada dua. Jadi citizen law suit itu yang pencemaran udara. Yang Bidara Cina itu kan juga class action juga. Nah tergantung masanya. Orangnya banyak bisa class action," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Lebih dari 700 Warga Gugat Pemprov DKI

Diketahui, kelompok warga yang mengaku jadi korban banjir melayangkan gugatan terhadap Pemprov DKI Jakarta ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Lebih kurang 700 orang akan bergabung dalam class action itu.

Ketua tim advokasi dari kelompok warga, Diarson Lubis, dari jumlah itu hanya 234 orang yang datanya sudah lengkap dan terverifikasi. Namun pendaftaran hanya diwakili lia orang korban banjir.

"Lima orang. Mewakili 5 wilayah kota di Provinsi DKI Jakarta," kata Diarson saat dihubungi, Senin (13/1).

Gugatan akan didaftarkan sore nanti pukul 15.00 WIB. "Karena ada satu hal teknis, jadi diundur," tandasnya. [ray]

Baca juga:
Dinas SDA DKI Perbaiki 3 Tanggul Retak di Jakbar, Jaktim dan Jakpus
Dinas SDA DKI Upayakan Perbaikan Pompa Air Tak Ganggu Penanganan Banjir
Korban Banjir Jakarta Gugat Anies, Taksir Kerugian Capai Rp42 Miliar
Lahan Proyek Sodetan Ciliwung Dalam Proses Inventarisasi, Nilai Ganti Rugi Rp160 M

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini