Pembongkaran Getah Getih Dikritik, Anies Sebut Kalau Besi Uangnya Tak ke Rakyat Kecil

Jumat, 19 Juli 2019 16:52 Reporter : Merdeka
Pembongkaran Getah Getih Dikritik, Anies Sebut Kalau Besi Uangnya Tak ke Rakyat Kecil Instalasi bambu getah-getih. ©Facebook/Anies Baswedan

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara mengenai polemik pembongkaran instalasi bambu getah getih di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Menurut Anies, awalnya pemasangan instalasi bambu itu diperkirakan hanya bertahan enam bulan.

Anggaran membuat instalasi bambu getah getih pun, kata Anies, mengalir ke sejumlah petani dan pengrajin bambu. Instalasi getah getih itu memang dipasang untuk menyambut perhelatan Asian Games 2018.

"Uang itu diterima oleh rakyat kecil, kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (19/7).

Dia menjelaskan instalasi getah getih rencana dibongkar setelah penyelanggaraan Asian Games tapi dapat bertahan hampir satu tahun. Bambu tersebut memang diproduksi dari Provinsi Jawa Barat.

"Di situlah sebetulnya nilai dari uang itu. Dan seperti juga kegiatan yang lain setelah selesai Asian Games selesai, yang ini bertahan 11 bulan," jelasnya.

Sementara itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan ke depannya direncanakan adanya pemasangan instalasi yang menggunakan bahan-bahan lokal.

Terpenting yakni para seniman dapat mempresentasikan pasti durasi waktunya, bisa enam bulan ataupun satu tahun. Sebab tergantung dengan kebutuhan yang ada.

"Tapi kita akan lebih sering dan harapannya nanti nuansa yang ada adalah nuansa ke-Indonesiaan lebih kuat," jelasnya.

Sebelumnya, Pembongkaran instalasi bambu Getih Getah mulai dilakukan sejak Rabu 17 Juli 2019 malam. Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati membenarkan pembongkaran tersebut.

Suzi mengatakan, alasan pembongkaran instalasi bambu Getih Getah karena kondisi yang mulai rapuh.

"Dilakukan pembongkaran karena bambunya sudah mulai rapuh karena cuaca sehingga jalinan bambu sudah mulai jatuh. Khawatir rubuh," kata Suzi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (18/7).

Saat ini, kata Suzi, bambu tersebut tidak dapat digunakan kembali. Sementara lahan bekas tempat bambu akan ditanami sejumlah tanaman hias.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini