Pelecehan Seksual di Transportasi Umum Jakarta Meningkat

Rabu, 13 Juli 2022 19:52 Reporter : Yunita Amalia
Pelecehan Seksual di Transportasi Umum Jakarta Meningkat ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza menyebut data pelecehan seksual di transportasi publik dan fasilitas umum Jakarta mengalami peningkatan. Pernyataan itu merujuk data dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. (P2TP2A).

Pada 2020 tercatat ada 8 kasus, kemudian pada 2021 sebanyak 7 kasus, dan rentang Januari-13 Juli 2022 sudah ada 15 kasus.

"Ada peningkatan yang signifikan pelecehan seksual di Jakarta menurut laporan dari P2TP2A, namun perlu diperhatikan di tingkat nasional juga ada peningkatan," ucap Riza di stasiun Integrasi Tebet, Rabu (13/7).

Masih merujuk data P2TP2A, kasus pelecehan seksual pada 2021 sebanyak 8.730 di seluruh Indonesia. Dan selama Januari 2022 kasus kembali mengalami peningkatan.

"Di Januari 2022 saja sudah 797, itu baru satu bulan," ungkapnya.

Dia pun meminta seluruh warga Jakarta yang menggunakan layanan transportasi publik atau layanan publik lainnya, untuk lebih berhati-hati dan berani melaporkan apabila terjadi pelecehan seksual. Warga dapat melaporkan ke call center 112 atau pos layanan P2TP2A dengan nomor 081317617622.

2 dari 2 halaman

Pemprov DKI pun berupaya menekan angka kasus pelecehan seksual di tempat umum, khususnya transportasi publik. Contoh kebijakan yang sempat menjadi wacana adalah pemisahan tempat duduk pada angkot berdasarkan gender.

Kebijakan ini belum terealisasi, namun sudah dibatalkan oleh Dinas Perhubungan. Sebagai ganti upaya pencegahan pelecehan seksual, fungsi pos sahabat perempuan dan anak (Pos SAPA) di Jakarta akan kembali dioptimalkan.

"Dengan mempertimbangkan kondisi yang ada di dalam masyarakat, terhadap wacana pemisahan penumpang laki-laki dan perempuan di dalam angkot saat ini belum dapat dilaksanakan," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo.

Syafrin menuturkan, saat ini, dalam menangani serta mencegah kekerasan dan pelecehan terhadap Perempuan dan Anak, Pemerintah DKI Jakarta telah membentuk POS Sahabat Perempuan dan Anak (POS SAPA) di moda transportasi yang di dalamnya dilengkapi dengan nomor aduan 112 dan petugas yang sudah terlatih dalam menangani kasus-kasus terkait.

Fasilitas Pos SAPA tersebut sudah terdapat di 23 halte transjakarta, 13 stasiun MRT dan 6 stasiun LRT.

"Direncanakan ke depan Pos SAPA akan terus ditambahkan termasuk menjangkau layanan angkot," ujarnya.

[eko]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini