PDIP Akan Bentuk Pansus Tender Stadion BMW

Sabtu, 14 September 2019 00:34 Reporter : Fikri Faqih
PDIP Akan Bentuk Pansus Tender Stadion BMW Ima Mahdiah. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta berencana akan membuat panitia khusus (Pansus) untuk menelusuri kejanggalan tender Jakarta Internasional Stadion (JIS) atau dikenal Stadion BMW. Pasalnya terdapat selisih Rp300 miliar dalam penentuan pemenang tender stadion terbesar di Jakarta itu.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Ima Mahdiah mengatakan, partainya mendukung langkah Pemprov DKI untuk membangun Stadion BMW. Namun, dia mengharapkan, proses tender pembangunan stadion tersebut berjalan dengan baik.

"Bagaimana mau jadi stadion yang dibanggakan warga DKI jika dari awal proses tendernya dan pembebasan tanahnya sudah ada masalah. Kami tidak mau pembangunan bermasalah dikemudian hari karena itu uang rakyat yg harus kita pertanggungjawabkan," katanya kepada merdeka.com, Jumat (13/9).

Rencananya, dia mengungkapkan, akan membentuk Pansus untuk meminta penjelasan kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terkait tender Stadion BMW. Namun pembentukan Pansus baru akan dilakukan setelah alat kelengkapan dewan selesai dibentuk.

"Proses tender lebih boros Rp 300 miliar juga belum ada alasan yang jelas. Setelah alat kelengkapan dewan terbentuk, PDIP akan langsung membuat Pansus," tutup Ima.

Untuk diketahui peserta tender pembangunan Stadion BMW hanya diikuti 2 peserta. Peserta kerja sama operasional (KSO) pertama adalah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung-PT Jaya Konstruksi-PT PP. Sementara KSO kedua, PT Adhi Karya-PT Hutama Karya-PT Nindya Karya-PT Indah Karya.

Menariknya, KSO Wijaya Karya menang dengan nilai penawaran lebih tinggi dibandingkan dengan KSO Adhi Karya. Dalam dokumen Pengumuman Peringkat Nomor: 006/KU5000/102/VII/2019 tertanggal 8 Agustus 2019 yang diterima merdeka.com, KSO Adhi Karya memberikan harga penawaran Rp3.782.969.000.000, atau lebih rendah Rp300 miliar dari KSO Wijaya Karya.

Dalam dokumen tersebut, KSO Wijaya Karya mendapatkan nilai teknis 66,14 persen dan nilai harga 27,78 persen. Sementara KSO Adhi Karya mendapatkan nilai teknis 60,17 persen dan nilai harga 15 persen. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini