Pascaputusan MA, Begini Kondisi Jl Jatibaru Tanah Abang yang Sempat Dipadati PKL

Selasa, 20 Agustus 2019 16:31 Reporter : Merdeka
Pascaputusan MA, Begini Kondisi Jl Jatibaru Tanah Abang yang Sempat Dipadati PKL Pedagang di Jembatan Penyeberangan Multiguna Tanah Abang. ©2019 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Mahkamah Agung (MA) membatalkan kebijakan alihfungsi ruas jalan untuk pedagang kaki lima. Kebijakan ini pernah dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di ruas Jl Jatibaru, Tanah Abang. Jalanan umum itu dijadikan lapak dagang PKL.

Namun kini, kondisi ruas Jl Jatibaru lebih manusiawi dari sebelumnya. Setelah pembangunan skybrigde atau jembatan multiguna Tanah Abang selesai dan dioperasikan, mayoritas pedagang tidak lagi menempati tenda. Mereka kini berjualan di skybrigde.

Tetapi tidak semua mendapatkan lapak dagang di skybrigde. Akhirnya, sejumlah pedagang masih bertahan di badan trotoar.

Mereka sebenarnya mulai cemas akan dipindah. Apalagi setelah mendengar kabar MA memutuskan kebijakan alih fungsi jalan untuk kegiatan berdagang bertentangan dengan Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Sempat dengar katanya mau dipindah, kalau enggak salah pindah ke blok G. Katanya yang di Skybridge juga bakal dipindah gara-gara bangunannya kurang kokoh jadi takut rubuh, tapi enggak tau benar apa enggak," ucap salah satu pedagang pakaian yang enggan disebut namanya saat berbincang merdeka.com, Selasa (20/8).

Jika akhirnya memang ada imbauan untuk dipindah, wanita itu mengaku akan menuruti.

"Rencananya kalau dapat tempat pasti pindah. Soalnya belum tentu dapat karena pedagang di sini aja banyak, belum ditambah yang di skybridge kalau mereka pindah juga," katanya.

Namun, dia mengeluh takut dagangannya tidak laris jika dipindah. "Sekarang perekonomiannya lagi turun banget, jadi lebih sepi dari biasanya, kadang laris kadang engga. Kalau pindah ke tempat yang layak dan ramai sih gak apa-apa, kalau gak layak dan gak ramai mendingan saya keluar aja," ungkapnya sambil tersenyum sedih.

Pemilik warung kopi di sekitar lokasi mengakui Jl Jatibaru lebih kosong dari sebelumnya setelah dipasang pagar. Namun, dia akui ada yang membandel menggelar lapak dagangnya. Sebagian juga memilih menempati trotoar.

"Waktu itu tempat ini belum dipagar, masih nyatu sama jalanan. Mobil-mobil pada gak lewat sini, banyak banget yang jualan. Kalau gak salah akhir 2018, yang jualan di tenda pada pindah ke atas (skybridge)," ungkap wanita paruh baya itu.

Dulu, katanya, saat tenda pedagang didirikan di badan jalan, orang-orang kesulitan berjalan kaki.

©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

"Dulu pas masih pada di bawah sih mau jalan aja susah. Sekarang kan udah agak lowong, setelah dipagar mobil udah bisa lewat situ. Dibanding dulu, sekarang udah mendingan," lanjutnya.

Dia mengaku belum mendengar putusan MA yang meminta kebijakan alih fungsi badan jalan menjadi lapak dagang dibatalkan.

"Gak tau, gak pernah dengar, taunya yang dulu mau dipindah ke skybridge aja," katanya.

Pantauan merdeka.com di lokasi, dua ruas di Jalan Jatibaru kini bisa dilalui kendaraan umum. Baik yang mengarah ke Stasiun Tanah Abang maupun sebaliknya. Di antara ruas itu dipasangi pagar bercat putih tinggi kira-kira 1 meter lebih. Pagar juga dipasang sebagai pembatas antara badan jalan dan trotoar.

Reporter Magang: Ahdania Kirana [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini