Museum Bahari terbakar, Anies minta ditutup sementara untuk pembenahan
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar Museum Bahari yang terbakar pagi tadi ditutup sementara sampai proses pembenahan tuntas dilakukan. Namun, Anies tak tahu penutupan sampai kapan.
"Mengenai penutupan sampai tuntas. Hari ini fokus memastikan tidak ada api lagi, aman dan pembenahan kita lakukan. Dan setelah itu nanti kita tentukan berapa lama kita waktunya (penutupan)," jelasnya, Selasa (16/1).
Ia juga meminta agar museum itu diisolasi dari orang-orang yang tak memiliki kepentingan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengamankan benda koleksi museum bersejarah itu.
"Tempat ini tak boleh dimasuki siapapun karena kita harus mengamankan seluruh koleksi di sini. Jadi hanya yang berkepentingan yang bisa masuk," ujarnya.
Ia juga ingin benda koleksi segera diselamatkan pascakebakaran karena semua benda yang tersimpan di museum itu memiliki nilai sejarah. Pihaknya juga akan melakukan upaya antisipasi agar kejadian serupa tak terjadi di bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Jakarta. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata terkait ini.
"Kita memang sudah menyiapkan antisipasinya supaya tidak ada kejadian ini. Direview semua tempat-tempat yang ada risiko. Disiapkan mitigasinya, disiapkan alat-alatnya," jelasnya.
Ia menambahkan, musibah kebakaran Museum Bahari dijadikan pelajaran bagaimana menjaga bangunan-bangunan bersejarah. Walaupun bangunan bersejarah di Jakarta telah diasuransikan.
Museum Bahari dibangun pada tahun 1771 dan menjadi tempat penyimpanan rempah-rempah VOC. "Ini salah satu gedung yang punya catatan sejarah panjang. Di Jakarta, tempat-tempat seperti ini kita amankan dan kita pasti akan review semuanya," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Museum Bahari, Husnison Nizar menyampaikan di lantai satu Gedung C yang terbakar merupakan tempat penyimpanan koleksi alat-alat navigasi laut seperti mercusuar, rambu-rambu laut dan alat lainnya yang berkaitan dengan alat transportasi laut. Selain itu ada juga miniatur perahu tradisional.
Di Blok 2 bangunan ada ruang pameran perang laut Jawa. Koleksinya adalah benda-benda yang disumbangkan oleh kedutaan negara sahabat yang bekerja sama dengan Museum Bahari seperti Amerika, Inggris, Australia dan Belanda. Sedangkan di lantai dasar Gedung A disimpan koleksi Angkatan Laut dan di lantai satu gedung yang sama ada diorama tokoh-tokoh kelautan internasional.
Husnison mengatakan belum mengetahui titik awal kebakaran. Pihaknya tahu ada api muncul di sisi utara Gedung C.
"Titik pastinya apakah di lantai satu atau di lantai dasar kita belum tahu karena petugas sudah berhadapan dengan asap dan petugas cleaning service yang bertugas di tempat itu sudah berusaha memadamkan api. Tapi karena asap makin tebal kita tidak sanggup memadamkan," jelasnya.
Ia mengatakan beberapa kali listrik mengalami korsleting. Karena itulah pada 2018 ini pihaknya menganggarkan untuk perbaikan penggantian instalasi listrik.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya