Mengenal manusia patung di sudut Kota Tua Jakarta
Merdeka.com - Manusia patung kerap kita temui di sejumlah sudut ibu kota Jakarta, khususnya di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Utara. Manusia patung dengan beranekaragam kostum kerap menghiasi kota tua. Tidak sedikit, pengunjung di sana yang ingin foto bareng dengan mereka.
Beragam karakter biasanya diperagakan oleh para manusia patung itu. Kostum yang digunakan juga macam-macam, dari tentara, pahlawan sampai hanya sekedar berbalut cat emas di sekujur tubuhnya.
Rizal (35), salah satu yang berprofesi sebagai manusia patung ini mengaku sudah sejak 2012 'mangkal' di kota tua. Bahkan, di antara teman seprofesinya sudah terbentuk komunitas sendiri.
"Saya sudah sejak tahun 2012 menjalani pekerjaan ini. Komunitas yang kami dirikan bernama Komunitas Manusia Batu (Kombat). Dinamakan seperti itu karena kami diam seperti batu, hanya mata saja yang gerak jadi pas ada yang lewat biasanya kaget pas dikagetin," ujar Rizal di Kota Tua, Minggu (23/10).
Rizal menjelaskan, awalnya komunitas ini beranggotakan banyak 10 orang. Namun berangsur kurang karena pendapatan yang tidak tetap dari profesi tersebut.
"Kombat awalnya beranggotakan 10 orang, sekarang tinggal empat orang, karena banyak yang baru jadi banyak saingan mereka lebih milih nyari kerja lain," ungkapnya.
"Sejak tahun 2014 makin banyak, ada yang komunitas ada juga yang perorangan," kata Rizal sambil berteduh di bawah guyuran hujan.
Ada banyak karakter yang mereka perankan, baik karakter pahlawan ataupun bukan. "Saya kebetulan memerankan karakter army toys (tentara mainan), teman saya ada yang jadi Jenderal Sudirman, Bung Tomo dan ada yang jadi Noni Belanda juga," tuturnya.
Disinggung tentang berapa tarif yang mereka patok untuk foto bersama mereka, dia mengatakan tak ada patokan tarif. Semua diserahkan kepada para pengunjung kota tua yang ingin berfoto bersama mereka.
"Ya seikhlasnya saja, paling kecil biasanya Rp 2000, paling besar Rp 10.000, tapi jarang yang ngasih segitu. Mereka bisa berfoto berapa jepret, semaunya," jelasnya.
Musim hujan seperti ini penghasilan para manusia patung menurun drastis. Padahal, biasanya, mereka bisa mengantungi Rp 300 ribu per hari jika sedang ramai pengunjung.
"Penghasilan kami kalau hari biasa rata-rata Rp 200.000 ke bawah. Kalau weekend bisa sampai 300.000. Kalau dua tahun yang lalu bisa sampai Rp 1.000.000 penghasilan, sekarang saingan dimana-mana sih. Apalagi musim hujan kayak begini weekend pun paling cuma dapat Rp 50.000," pungkasnya. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya