LaporCovid-19: Jakarta Paling Banyak Laporan Penyimpangan Vaksin
Merdeka.com - Komunitas pemantau penanganan Covid-19 LaporCovid-19 mencatat, DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak atas laporan penyimpangan vaksin. Pegiat dari komunitas LaporCovid-19, Firdaus Ferdiansyah menyebutkan ada 6 laporan penyimpangan vaksin yang terjadi di Jakarta.
Kepada merdeka.com, Firdaus menjelaskan lebih spesifik, bahwa penyimpangan vaksin didominasi oleh pemberian vaksin booster terhadap kelompok bukan tenaga kesehatan.
"Paling banyak laporan dari Jakarta, yaitu 6 laporan," ucap Firdaus, Rabu (5/1).
Selain Jakarta, provinsi lain dengan laporan adanya penyimpangan peruntukan vaksin adalah;
-Jawa Timur 3 laporan
-Jawa Barat 2 laporan
-Jawa Tengah 2 laporan
-Kalimantan Timur 2 laporan
-Sumatera Utara 1 laporan
-Sumatera Selatan 1 laporan
-Bali 1 laporan
-Banten 1 laporan
-Sulawesi Selatan 1 laporan.
Dia menambahkan, sepanjang 2021, LaporCovid-19 telah menerima total 71 laporan tentang penyimpangan vaksin. Namun, hanya 20 laporan saja yang menyampaikan informasi lokasi.
Ada lima kategori utama laporan yang diterima LaporCovid-19, yaitu pendaftaran fiktif, praktik jual-beli vaksin, pungutan liar, sertifikat palsu/ilegal, vaksin booster non nakes.
"Dan laporan paling banyak dari kategori vaksin booster non nakes sejumlah 13 laporan," ungkapnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya