Kumpulkan kepala dinas, ini pesan Djarot jelang lengser
Merdeka.com - Jelang akhir masa jabatannya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengumpulkan seluruh SKPD di Ruang Pola Bappeda. Kegiatan ini sebagai bentuk arahan Djarot yang terakhir kalinya sebelum Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dilantik.
Pertemuan yang dilakukan secara tertutup ini berlangsung kurang lebih 45 menit. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto usai pertemuan mengaku, Djarot nampak sedih saat memberikan sambutan. Karena ini menjadi arahan terakhir Djarot kepada bawahannya sebagai pemimpin Ibu Kota.
"Pak Djarot-nya sedih, setiap orang meninggalkan sesuatu hal apalagi kalau itu dinilai bagus, karena merasa bahwa apa yang bisa saya lakukan untuk negara, saya kalau meninggalkan jabatan juga pasti akan (sedih) seperti itu," ungkap Koesmedi usai mendapat arahan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/10).
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, Djarot kembali meminta maaf atas nama dirinya, dan Gubernur sebelumnya Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama selama memimpin Jakarta.
"Tapi berpesan apa yang sudah dipertahankan sudah punya prestasi tolong dijaga," kata Isnawa.
"Respon pelayanan publik Jakarta semakin baik, secara umum. Penataan-penataan kota tadi dia baca koran apa tadi dia menyinggung tentang sungai Jakarta yang membaik. Artinya Alhamdulillah," sambungnya.
Per tanggal 16 Oktober 2017 mendatang, Anies-Sandi sudah resmi menjabat. Untuk itu Djarot meminta semua SKPD harus royal pada pemimpin baru. Isnawa juga bercerita beberapa waktu lalu bertemu dengan Sandiaga Uno.
"Saya paparan di depan Pak Sandi apa yang kita lalukan penataan-penataan bahkan Pak Sandi bilang Pak Isnawa cocok jadi CEO tambang, kenapa pak? Karena bapak punya 10 ribu pasukan orange. Bapak 100 alat berat bapak kaya Antam. Ada 2 bulan yang lalu," tutup Isnawa. (mdk/fik)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya