Kritik Proyek Halte Tosari-Bundaran HI, PDIP: Perencanaan Abal-Abal Berujung Masalah

Jumat, 30 September 2022 17:13 Reporter : Merdeka
Kritik Proyek Halte Tosari-Bundaran HI, PDIP: Perencanaan Abal-Abal Berujung Masalah Pembangunan Halte Bundaran HI. ©2022 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Gilbert Simanjuntak menanggapi soal protes sejarawan JJ Rizal soal revitalisasi halte Transjakarta di kawasan Tosari - Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang dianggap menutupi Patung Selamat Datang.

JJ Rizal bahkan meminta Anies untuk menyetop pembangunan halte di kawasan itu. Menanggapi hal ini, Gilbert menyatakan bahwa bongkar pasang bangunan yang sedang dan baru dibangun di kepemimpinan Anies Baswedan sudah sering dilakukan.

Gilbert menilai hal tersebut akibat perencanaan pembangunan yang abal-abal. Sehingga, masalah perihal pembangunannya juga sering dikeluhkan.

"Perencanaan yang abal-abal yang berbuntut dibongkar atau bermasalah secara serius sudah beberapa kali terjadi," kata Gilbert dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (30/9).

Gilbert mengacu pada beberapa program kerja Anies yang saat ini tak jelas statusnya. Antara lain seperti Tugu Sepeda, jalur sepeda, hingga pelebaran trotoar yang telah usai kemudian dibongkar.

"Tugu Sepeda tidak jelas apakah akan diresmikan atau tidak, jalur sepeda tidak berfungsi, trotoar diperlebar lalu di beberapa titik seperti Kemang, Sudirman dibongkar lagi," katanya.

Dia juga menyoroti sumur resapan yang tidak menyerap, hingga Monumen Nasional (Monas) yang digunduli tanpa pertimbangan pihak yang terkait.

"Dan akhirnya terpaksa diteruskan karena sudah dikerjakan pemborong," ujarnya.

Sejumlah perencanaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lainnya semisal ajang balap mobil listrik Formula E dan rencana pengaspalan coble stone, hingga perombakan di Monas yang tidak melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) juga dinilai abal-abal.

"Melihat semua ini, Gubernur seharusnya rajin turun ke lapangan untuk memeriksa. Ini sesuatu yang sulit dimengerti oleh Gubernur Anies, tetapi Menteri Risma diprotes saat blusukan spontan di Jakarta," jelas Gilbert.

Gilbert mengungkapkan bahwa sejak awal rencana pembangunan halte sudah memakan biaya besar yakni sekitar Rp13,5 M per halte jika dirata-ratakan. Padahal, lanjut Gilbert hal tersebut tidak layak dan tidak menjadi prioritas.

2 dari 2 halaman

Gilbert juga menyampaikan keheranannya saat Anies justru mengklaim program kerja di bidang transportasi itu berjalan sukses.

Harusnya, kata Gilbert pembangunan Jakarta tak dijalankan dengan ambisi untuk mencapai kekuasaan dan kepentingan tertentu.

Gilbert setuju agar pembangunan Halte Tosari - Bundaran HI yang menutupi Patung Selamat Datang dihentikan.

"Sebaiknya dihentikan pembangunan halte yang menutupi Tugu di Bundaran HI," katanya.

Gilbert menuturkan bahwa sejak awal jajaran direksi Transjakarta juga tak kompeten di bidangnya. Gilbert menyebut PT Transjakarta beberapa kali kedapatan mengerjakan proyek tanpa skala prioritas.

"Mengerjakan hal tanpa skala prioritas: kafe di halte Harmoni, perombakan total halte yang serentak hingga menimbulkan kemacetan padahal sebagian masih berfungsi dan inkompetensi lainnya," katanya.

Reporter: Winda Nelfira [ray]

Baca juga:
Pemprov DKI Revitalisasi 100 Halte Transjakarta
Hari Ini, Transjakarta Kembali Operasikan Halte Kwitang Usai Revitalisasi
Memantau Lokasi Penataan Kawasan Integrasi Terpadu Stasiun Manggarai
Penampakan Skybridge CSW di Kebayoran Baru

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini