Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Konsumsi listrik di Balai Kota DKI tinggi, per bulan bayar Rp 1 miliar lebih

Konsumsi listrik di Balai Kota DKI tinggi, per bulan bayar Rp 1 miliar lebih Balai Kota. ©2017 Merdeka.com/Syifa Hanifah

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno mengatakan biaya untuk membayar listrik di Balai Kota mencapai Rp 1 miliar per bulan. Pihaknya pun merencanakan program hemat energi untuk menekan biaya listrik. Namun sebelumnya akan dilakukan audit terlebih dulu.

"Follow up-nya lagi pengin dilakukan auditnya. Jadi pengin diaudit dulu. Saya lagi cek sama Biro Umum kapan auditnya," jelasnya di Balai Kota, Rabu (13/12).

Setelah dilakukan audit, pihaknya ingin bayar listrik bisa turun 20 sampai 30 persen. "Tadi katanya sih bisa turun 20 persen. Saya baru cek sama Biro Umum kita bayar listrik per bulan di Balai Kota ini Rp 1 miliar lebih. Kalau 20 persen, kita bisa sampai 30 persen bisa kurangin berarti kan Rp 300 juta per bulan," paparnya.

Jika bisa menghemat sampai 30 persen per bulan maka dalam setahun bisa hemat sampai Rp 3,6 miliar. Angka Rp 3,6 miliar menurutnya cukup banyak. "Jadi itu yang akan kita coba," kata politikus Gerindra ini.

Sandi mengatakan dia dan Gubernur Anies Baswedan mulai berhemat energi mulai dari ruang kerja masing-masing. Di ruang kerja Anies, Sandi mengatakan Anies membawa termometer sendiri untuk mengukur suhu.

"Di kamarnya Pak Anies lebih canggih dia karena dia bawa termometer sendiri. Dia set 25 (derajat). Begitu ada dingin, dia nelpon Biro Umum suruh matiin," jelasnya.

Untuk di ruang kerjanya, Sandi mengatakan jika pendingin ruangan dimatikan maka akan berdampak ke bagian lainnya.

"Kalau di atas saya matiin, satu section kan terdampak. Dan belum tentu yang di atas itu sesuai dengan preferensi suhu yang saya punya. Jadi ya udah saya ngalah. Namanya juga orang baru," tutupnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP