Kisah Polisi Pengawal Jenazah Covid-19, di Antara Cemas dan Tanggung Jawab
Merdeka.com - Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk pengawalan jenazah yang terinfeksi virus Covid-19 atau Corona. Tim itu dibentuk untuk mengantisipasi agar tak ada lagi peristiwa penolakan terhadap jenazah korban atau keluarga yang memaksakan diri melakukan pemakaman.
Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Mokhamad Ngajib mengatakan, bercerita bagaimana dia dan tim bekerja di tengah wabah ini. Meskipun dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD), tetap saja ada rasa cemas di hati.
"Kalau kecemasan tentunya ada ya kecemasan, tapi namanya kita tugas makanya kita lengkapi dengan APD lengkap," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (6/4).
Sebelum bertugas, katanya, semua personel dilakukan pengecekan suhu tubuh dari diberi vitamin. Semua wajib melakukan prosedur itu.
Dia menambahkan, dalam satu hari, tim yang bertugas berjumlah 6 sampai 8 orang. Jumlah itu dibagi dua.
Biasanya tim ini akan standy di rumah sakit-rumah sakit rujukan. "Satu kendaraan, satu mobil pengawalan. Yang ngawal ada 2 orang satu mobil (pakai APD) ya," jelasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya