Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keterbatasan lahan jadi alasan pembangunan RPTRA dihentikan

Keterbatasan lahan jadi alasan pembangunan RPTRA dihentikan RPTRA Cibesut. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) tidak akan dilanjutkan tahun 2019. Dia menjelaskan hal ini karena beberapa faktor salah satunya terkait terkendala ketersediaan lahan.

"Kita upayakan tahun ini terakhir (pembangunan RPTRA) karena cari lahan susah," jelasnya saat ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (5/3).

Walau 2019 tidak akan ada lagi pembangunan RPTRA, tapi dia akan tetap menyelesaikan 47 RPTRA yang dibangun tahun ini.

"47 lokasi, 40 di Sudin (Suku Dinas) yang 5 di Jakpus yang 2 di Pulau Seribu," terang dia.

Saat ini terdapat 83 Kelurahan yang belum memiliki RPTRA, dia mengungkapkan, ini sulit dipenuhi karena lahan yang terbatas. Namun jika lahan tersedia, dia siap untuk membangun.

Terkait adanya kelurahan yang tidak memiliki taman, Agustino menjelaskan, warga dapat main ke tempat yang lain. Sebab, dia mengatakan, tidak harus semua kawasan memiliki taman.

"Keterbatasan lahan dan enggak harus semua Kelurahan tercover semua, kan bisa numpang-numpang ke yang lain. Kalau pembebasan lahan saya enggak mau. Itu mesti izin sama bos dewan (DPRD) yang penting itu sudah tercapai rasionya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala seksi pengelolaan dan kemitraan RPTRA Dinas PPAPP Togi Duma Sianturi mengusulkan 19 RPTRA yang akan dibangun tahun 2019. Terkait hal tersebut, Agustino mempersilakan jika Dinas PPAPP ingin membangun.

"Kalau yang di PPAPP itu yang bangun pengembang. Enggak masalah dia mau bangun sebanyak-banyaknya terserah," tutup Agustino.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP