Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hoaks Video Aksi Balas Dendam Preman di Priok, Ini Fakta Sebenarnya

Hoaks Video Aksi Balas Dendam Preman di Priok, Ini Fakta Sebenarnya hoaks aksi balas dendan preman di priok. ©2021 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Sebuah video viral di media sosial yang menyebut adanya aksi balas dendam yang dilakukan oleh sejumlah preman dengan cara memecahkan kaca-kaca truk kontainer. Hal ini akibat penangkapan preman oleh polisi beberapa waktu lalu.

Namun rupanya informasi tersebut hoaks. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan, video tersebut benar adanya. Tapi bukan aksi balas dendam preman, hanya perselisihan antar sopir di jalan.

"Nah itu sebenarnya bukan preman, itu adalah perselisihan antara pengemudi. Satunya pengemudi kontainer, satunya pengemudi angkot. Nah secara tidak sengaja pengemudi kontainer ini percikan air ke pengemudi angkot, begitu ceritanya," kata Guruh saat dihubungi merdeka.com, Selasa (15/6).

Kejadian ini sendiri, disebut Guruh, terjadi pada Jumat (11/6) lalu di daerah Pasar Bebek, Cilincing, Jakarta Utara.

"(Kejadian) Sudah lama itu, kalau enggak salah sejak Jumat kemarin. Makanya viral dihubung-hubungkan seolah-olah bahwa terjadi preman balas dendam dan sebagainya. Kejadiannya tidak seperti itu, sudah kita tangani," sebutnya.

hoaks aksi balas dendan preman di priok©2021 Merdeka.com/twitter

Dia pun menegaskan, kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan penangkapan terhadap sejumlah preman pada beberapa waktu yang lalu.

Hingga kini, petugas masih melakukan pengejaran terhadap empat orang yang diduga melakukan pemecahan kaca kontainer.

"Anggota masih bekerja keras untuk menangkap pelaku yang memecahkan kaca itu. Tapi korban yang kacanya dipecah sudah klarifikasi kemarin, itu yang korban pengemudi kontainer yang pecah kacanya sudah klarifikasi," tegasnya.

"Masih kita kejar, nanti kalau misalnya ada informasi pasti kami rilis. Dari saksi kemudian dari korban itu ada empat orang pelakunya. Justru karena viral itu meraka kabur, kita kejar, anggota kami masih kejar pelakunya," sambungnya.

Dia memastikan, jika pihaknya sudah menambah personel untuk melakukan patroli di wilayah hukumnya. Hal ini agar tak ada lagi aksi kejahatan di Jakarta Utara.

"Anggota kami masih bekerja, buktinya sampai sekarang aman-aman saja, enggak kejadian susulan atau apa. Anggota kami sedang bekerja, yang jelas kami juga sudah kita tambah tim patroli. Kemudian juga kita tambah pada titik-titik rawan macet dan sebagainya kita tambahin anggota," tutupnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP