KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Gubernur DKI nilai sahur on the road lebih banyak mudharatnya

Senin, 19 Juni 2017 17:30 Reporter : Syifa Hanifah
Djarot ziarah ke Makam Pahlawan. ©2017 Merdeka.com/Sania Mashabi

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ikut angkat bicara soal beberapa temuan senjata tajam saat kegiatan sahur on the road. Dia kembali menegaskan bahwa kegiatan itu lebih banyak kerugiannya. Apalagi ada warga yang jadi korban.

"Makanya, aku sudah berkali-kali ngomong ya. Itu bukan sahur tapi itu geng motor. Sahurnya oke silakan, tapi berkali-kali saya ngomong jangan sahur kemudian pakai motor, muter-muter begitu. Itu pasti akan lebih banyak mudharatnya," katanya di Balai Kota Jakarta, Senin (19/6).

Djarot melihat, dari tahun ke tahun kegiatan sahur on the road berkurang. Namun menjelang Lebaran, kegiatan itu kembali marak.

"Antisipasinya tentu patroli kita. kita koordinasi dengan kepolisian untuk patroli di daerah-daerah rawan. kan dulu daerah rawan pasti di Kemayoran, orang trek-trekan di situ. Mungkin menjelang Lebaran ya, makanya kita perlu patroli," katanya

Selain meminta bantuan kepolisian, Djarot juga memerintahkan penambahan personel Satpol PP. Setiap hari harus ada Satpol PP yang berjaga.

"Makanya dalam libur panjang ini ada beberapa yang tidak boleh libur dgn sistem gantian salah satuya Satpol PP. Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar harus standby. Oleh sebab itu supaya ada aspek keadilan, mereka yang sudah libur tidak boleh lagi cuti." [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.