Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dukungan Anies Baswedan untuk Komunitas Penyintas Luka Bakar

Dukungan Anies Baswedan untuk Komunitas Penyintas Luka Bakar Anies Baswedan jalani isolasi di rumah dinas. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Para penyintas luka bakar di Indonesia kini mulai mendapatkan perhatian hingga ke pemerintah daerah. Khususnya di Ibu Kota yang langsung didukung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Komunitas luka bakar Burn Support Group Indonesia menjadi wadah untuk para penyintas yang didirikan oleh Afriyanti Sandhi pun terbentuk pada Jumat 4 Desember 2020.

"Melalui wadah ini, dengan adanya wadah bisa membuat kita saling terkoneksi sehingga dapat membuka jalan untuk para penyintas untuk membuka networking," tutur Adriyanti dalam keterangannya, Minggu (20/12/2020).

Afriyanti menyebut, terbentuknya komunitas penyintas luka bakar terinspirasi dari pasien-pasiennya dan juga saat mengikuti acara Asia Pacific Burn Congress pada Agustus 2019 di Singapura. Selama berkarir sebagai dokter yang mendedikasikan diri untuk kasus-kasus luka bakar, belum ada wadah yang memberikan dukungan terhadap para penyintas luka bakar di Tanah Air.

"Faktanya banyak sekali pasien-pasien yang tidak mengerti harus mencari pertolongan kemana. Mimpi kami semua adalah agar para burn survivor ini dapat beraktivitas kembali seperti semula, dengan dukungan dari burn support group, mereka tidak lagi merasa sendiri," jelas dia.

Padahal, lanjutnya, luka bakar merupakan salah satu ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. WHO menyebut, luka bakar menyebabkan sekitar 195 ribu orang di Indonesia meninggal setiap tahun.

"21,5 persen luka bakar disebabkan oleh air panas dan minyak panas. 69 persen luka bakar terjadi di rumah. Berdasarkan data itu, diperlukan juga adanya wadah untuk menjadi pusat informasi terkait dengan luka bakar," kata Afriyanti.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun turut memberikan dukungannya. Saat hari didirikannya wadah penyintas luka bakar, dia menyampaikan apresiasinya.

"Kita semua tahu bahwa luka bakar merupakan luka yang membutuhkan penanganan yang bukan hanya tepat tapi juga cepat, agar dampak dari luka dapat diminimalisir. Karena itu, saya percaya lah talk show ini, saya percaya akan dapat memberikan ilmu dan manfaat, kebermanfaatan, dan ilmu serta metode-metode praktis khususnya terkait dengan pencegahan dan penanganan luka bakar," ujar Anies.

Tidak hanya Anies, dukungan juga diberikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik (Perapi). Ketua PERAPI Jabodetabek Banten, Irena Sakura Rini mengatakan, masyarakat sangat perlu mendapatkan edukasi untuk tidak mempercayai mitos-mitos penanganan luka bakar.

"Pada prinsipnya luka bakar akan semakin sulit ditangani apabila lukanya semakin dalam. Sampai saat ini mitos-mitos penanganan luka bakar masih banyak di masyarakat yang mereka yakini bisa mengurangi rasa panas bahkan sampai menghilangkan bekas," Irene menandaskan.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP