Djarot: Kalau anda merusak & mengotori sama saja pengkhianat Jakarta
Merdeka.com - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat mengingatkan seluruh warga wajib memelihara, menjaga serta merawat ibu kota. Jika kerjanya hanya merusak dan mengotori sama saja seperti pengkhianat.
"Itu kewajibannya pemilik sah. Anda katanya pemilik yang sah, trotoar yang bagus tolong dijaga dan dirawat jangan digunakan untuk PKL," kata Djarot saat memberikan sambutan di acara pencanangan HUT ke-490 Kota Jakarta di Taman Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (21/5).
Menurutnya, para pedagang yang berjualan di trotoar sudah sangat merugikan banyak orang dan juga membuat kemacetan. Seperti halnya di Pasar Tanah Abang masih banyak PKL berjualan di trotoar.
"Tanah Abang tetap loh jangan sampai diduduki PKL sehingga membuat kemacetan dan kesemrawutan dan kemacetan. Itulah pemilik sah. Kalau anda betul-betul pemilik sah menjadi warga Jakarta yang nanti menikmati hasil pembangunan di Jakarta, anda harus punya sikap mental seperti merawat, menjaga dan membangun yang baik," jelasnya.
Djarot menegaskan ciri warga Jakarta yang sebagai pengkhianat adalah ketika orang tersebut justru hanya bisa merusak.
"Tapi kalau anda justru merusak, mengotori, mengacaukan, merusak, mencemarkan nama Jakarta, anda bukan pemilik sah Jakarta. Anda adalah pengkhianat Jakarta, karena membikin jelek, dan membikin buruk wajah Jakarta. Itu bedanya pemilik sah dan pengkhianat. Pilihanya hanya dua anda menjadi pengkhianat atau anda menjadi pemilik sah warga Jakarta," tuturnya.
"Saudara-saudara kalau kita enggak ingatkan seperti ini kadang dia seenaknya sendiri, padahal dia pengkhianat, perusak Jakarta, ngotori Jakarta. Dan mereka-mereka itu tidak peduli pada kerja keras kita punya pasukan PPSU, tolong kita saling harga menghargai. Kalau kali kita bersih dia bisa kerja yang lain mengecat tembok di Jakarta yang kotor itu agar Jakarta betul-betul indah. Tolong dong," sambung Djarot.
Orang-orang yang justru, lanjut Djarot, mengeluarkan ujaran-ujaran kebencian dan mengadu domba, justru dialah yang bisa dibilang sebagai pengkhianat.
"Termasuk mereka yang suka mengeluarkan ujaran-ujaran kebencian, suka marah, mengadudomba dan tidak mau menghargai dan menghormati satu sama lain, makanya ini beragam. Kalau dia enggak mau seperti dia bukan warga Jakarta yang sah, dia pengkhianat warga Jakarta. Inilah yang menjadi ujian kita," pungkasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya