Dishub DKI Gagas Sistem Baru Urai Macet Jakarta, Manfaatkan Teknologi AI

Kamis, 8 Desember 2022 16:52 Reporter : Lia Harahap
Dishub DKI Gagas Sistem Baru Urai Macet Jakarta, Manfaatkan Teknologi AI Kemacetan Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Ragam cara dan strategi dicoba Dinas Perhubungan (Dishub) DKI untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Terbaru, menggunakan sistem dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dishub Provinsi DKI Jakarta, Emanuel Kristanto mengatakan, pemanfaatan teknologi AI untuk urai macet diharapkan bisa beroperasi pada 2023 mendatang. Saat ini, sedang dianalisis titik di persimpangan yang kerap macet untuk kemudian bisa diterapkan sistem baru ini.

"Kami tidak berharap kemacetannya akan langsung selesai. Tidak sampai sejauh itu, dari data analisis itu kami ingin mengetahui dan mengurai sumber kemacetan itu dari mana," kata Emanuel. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (8/12).

Jenis teknologi kecerdasan buatan yang digunakan untuk proyek ini berupa machine learning dan juga cloud yang diberi nama Green Light. Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan AI untuk membantu menganalisis kondisi kemacetan kota.

Selain mengurai macet, pemanfaatan AI diharapkan bisa membantu masyarakat dalam efisiensi bahan bakar kendaraan serta membantu mengurangi polusi.

2 dari 2 halaman

Berhasil Diterapkan di Satu Kota di India

Proyek ini sebelumnya sudah diterapkan di beberapa kota negara yang mempunyai masalah sama soal kemacetan lalu lintas. Salah satunya Kota Bengalore, India. Diklaim, sistem ini mengurangi mobilitas hingga 20 persen saat kondisi kemacetan normal.

Menariknya lagi, AI yang digunakan tidak membutuhkan biaya tambahan saat beroperasi dan mampu memberikan rekomendasi yang juga efisien dalam praktiknya.

"Teknologi AI memungkinkan Google menganalisis data tanpa sensor tambahan atau bahkan mengubah infrastruktur, sebelum mengirimkan rekomendasi ke dinas kota yang kemudian menerapkan cara-cara untuk mengoptimalkan pengaturan," kata VP of Engineering and Research Google, Yossi Matias.

Kemacetan di Ibu Kota Jakarta kembali terlihat setelah kebijakan PPKM selama pandemi COVID-19 dilonggarkan. Walaupun sebenarnya, kemacetan di Jakarta sudah jauh berkurang dibandingkan sebelum pandemi. Hal itu mengacu pada rilis TomTom Index yang mencatat Jakarta di 2021 masuk ke posisi ke-46 termacet di dunia.

Kondisi itu bisa dibilang secara signifikan lebih baik mengingat pada 2017 Jakarta menempati posisi ke-4 kota termacet di dunia. [lia]

Baca juga:
DPRD DKI Kritik Pelebaran Trotoar, Pemprov: Supaya Enggak Macet, Jalan Kaki
Pelebaran Trotoar Dinilai Penyebab Kemacetan di Jakarta
Hujan Lebat Sejak Pagi, Lalu Lintas Jakarta Tampak Semrawut
Heru Budi Diharapkan Segera Respons Hasil FGD Pengaturan Jam Kerja PNS
Musim Hujan, BPBD DKI Imbau Perkantoran di Jakarta Lakukan WFH
Lima Penyumbang Gas Rumah Kaca Penyebab Pemanasan Global di DKI, Transportasi Teratas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini