Dikritik Menhub soal Tanah Abang, Sandi ngaku cuma ikuti Jokowi atasi ketimpangan

Selain Ditlantas Polda Metro Jaya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga tidak setuju soal penutupan Jalan Jati Baru, Tanah Abang, buat PKL berjualan. Sebab, hal itu justru menyulitkan pengguna jalan.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Dikritik Menhub soal Tanah Abang, Sandi ngaku cuma ikuti Jokowi atasi ketimpangan
sandiaga uno hadiri acara maulid nabi di Monas. ©2017 Merdeka.com/nur habibie

Selain Ditlantas Polda Metro Jaya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga tidak setuju soal penutupan Jalan Jati Baru, Tanah Abang, buat PKL berjualan. Sebab, hal itu justru menyulitkan pengguna jalan.

Menhub mengajak Pemprov DKI untuk mencari solusi terkait konsep baru penataan pedagang Tanah Abang. Perlu ada rapat antara Kementerian Perhubungan, Pemprov DKI, PT KAI, Transjakarta, dan perwakilan Organda untuk membahas kemacetan di Tanah Abang. Tujuannya untuk membahas konektivitas antarmoda transportasi umum di lokasi tersebut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menanggapi santai permintaan Menhub tersebut. Sandi mengatakan Pemprov DKI Jakarta siap menerima masukan darimana saja termasuk Menteri Perhubungan. Menurut Sandi kebijakan penutupan jalan untuk PKL tersebut bersifat hanya sementara.

"Kalau koordinasi kita semua dan kota akan terus tingkatkan koordinasi, kebetulan pak Menhub kita tentunya membuka kesempatan untuk masukan-masukan itu tanggapi dan kaji karena ini bukan kebijakan yang permanen tapi sementara," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/1).

Penataan Tanah Abang saat ini Sandi mengaku hanya fokus untuk memberantas kemiskinan dan ketimpangan di DKI Jakarta. Hal ini sesuai dengan permintaan Presiden Jokowi.

"Kebijakan itu memastikan bahwa tidak ada pengangguran tambahan tidak ada angka kemiskinan tambahan jangan sampai ketimpangan kita semakin melebar," katanya.

Rekomendasi