Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dari Jakarta, Begini Cara Kerja WN China Sindikat Penipuan Sasar Korbannya

Dari Jakarta, Begini Cara Kerja WN China Sindikat Penipuan Sasar Korbannya WN China Sindikat Penipuan Online. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Tzuan Zho, bukan nama sebenarnya-menerima telepon dari seseorang tidak dikenal. Penelepon sebut saja mister X mengaku sebagai Kepolisian Tiongkok.

Mister X melobi Tzuan Zho yang kebetulan tersandung masalah pajak di negaranya. Dia menawarkan bantuan meloloskan Tzuan Zho dari jerat hukum asal mau menyerahkan sejumlah uang.

Tzuan Zho termakan rayuan. Ia bersedia menyetorkan uang yang diminta. Uang diterima, mister X pun menghilang.

Begitulah rangkaian modus penipuan yang dilakukan oleh 85 Warga Negara China di Jakarta.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, menjelaskan Tim Gabungan Polda Metro Jaya meringkus 91 orang yang terlibat dalam sindikat penipuan online. 85 orang berstatus WNA Tiongkok, sedangkan sisanya merupakan WNI.

Gatot menegaskan, WNI tidak terlibat secara langsung dalam jaringan ini. Keenamnya hanya ditugaskan membersihkan rumah dan menjadi pemandu wisata.

"Kami lakukan penindakan terhadap kelompok tersebut. Kami sita handphone, komputer, laptop dan sebagainya. Yang kami amankan dari 85 orang WNA Tiongkok, 11 di antaranya wanita," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Selasa (26/11).

Gatot mengatakan, para pelaku seolah-olah berperan sebagai polisi, jaksa, banker. Mereka akan menghubungi Warga Negara China yang bermasalah dengan hukum atau ingin berinvestasi.

Menurut dia, segi peralatan cukup memadai. Para pelaku merancang boks yang akan digunakan ketika menghubungi korbannya. Sehingga tidak terdengar suara bising

"Ketika korban membayar kepada kelompok ini kemudian uang diambil dan mereka menghilang. Itu modus yang mereka lakukan," ucap dia.

WN China Sindikat Penipuan Online Raup Rp36 Miliar

Sindikat ini berhasil meraup uang senilai Rp36 miliar dari penipuan online yang mereka lakukan.

"Jadi rekeningnya korbannya ada di China sana, mereka hanya menggunakan tempat kita di sini untuk bertransaksi ataupun alat telekomunikasi lain sehingga korban menjadi tertarik mengeluarkan uangnya apakah korban ada permasalahan atau investasi begitu keluar langsung menghilang," ujar dia.

Kasus ini terungkap bermula dari informasi yang diperoleh dari Duta Besar China dan pihak Kepolisian China bahwa ada jaringan penipuan online bersembunyi di Indonesia.

"Berdasarkan informasi bisa kami pastikan lokasi persembunyian sindikat ini. Ada tujuh lokasi. Enam di antaranya di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sedangkan satu ada di wilayah hukum Polda Jawa Timur yaitu di Malang," ujar dia.

Gatot menerangkan, para pelaku datang menggunakan visa wisata. Setiap tiga bulan sekali secara bergantian datang ke indonesia. Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Divhubinter Polri, imigrasi untuk menangani kasus ini.

"Mereka ada yang tiga bulan ada yang empat bulan. Kenapa di Indonesia, karena di cina sana sudah di berangus sehingga cari tempat lain," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP