Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah Corona, Sekolah AIS Jakarta Libur Sampai Akhir Semester

Cegah Corona, Sekolah AIS Jakarta Libur Sampai Akhir Semester sekolah ais jakarta libur. ©2020 Merdeka.com/genantan

Merdeka.com - Sekolah Australian Independent School (AIS) di Jakarta diliburkan. Hal tersebut guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19. Di Jakarta sudah ditemukan dua pasien positif corona yang saat ini dirawat di RSIP Sulianti Saroso.

Pantauan merdeka.com pukul 12.12 WIB, sekolah dasar (SD) AIS di Jalan Kemang Timur No. 81, Bangka, Jakarta Selatan tampak sepi dari aktivitas. Gerbang sekolah berwarna putih ditutup rapat.

Hanya ada satu orang satpam berseragam hitam yang berjaga. Dia menyebut, bahwa sekolah diliburkan sementara sejak kemarin dan belum mengetahui kapan murid kembali masuk. Satpam yang mengenakan topi hitam tersebut tidak tahu kenapa sekolah diliburkan.

"Saya jaga saja," kata dia yang enggan menyebutkan nama.

Sementara, SMP-SMA AIS yang berada di Jalan Pejaten Barat No 69, Jakarta Selatan juga sepi dari rutinitas siswa. Gerbang sekolah yang berwarna hijau ditutup rapat. Hanya ada sekitar tiga orang satpam yang berjaga di balik gerbang itu.

Salah seorang satpam berompi hijau membenarkan sekolah diliburkan sejak kemarin. Dia tidak berani bicara banyak apakah sekolah libur karena terkait virus corona. Ia pun tidak tahu sampai kapan sekolah diliburkan.

"Iya dari kemarin, enggak tahu (kenapa)," singkat dia.

Dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, AIS Jakarta memang diliburkan sampai akhir semester genap. Para siswa diminta belajar di rumah menggunakan platform online.

"Kampus-kampus akan ditutup selama sisa semester dan kelas-kelas akan pindah ke platform online seperti hari Jumat. Rencana untuk Jakarta akan dibuka kembali untuk awal semester," tulis pernyataan pers itu.

Sementara AIS di Bali belum memutuskan untuk diliburkan. Kepala Sekolah AIS Bali, John Millis mengatakan, pemerintah Bali telah melakukan pencegahan. Meskipun, ada 29 orang diketahui memiliki gejala yang mirip Corona, namun 22 pasien dinyatakan negatif dan 7 orang masih dirawat.

AIS Bali memutuskan, sekolah tidak ditutup namun bagi siswa yang sedang sakit flu dan demam diminta belajar di rumah.

Tak Masalah Libur

Wakil Ketua MPR, Asrul Sani tak persoalkan sekolah libur untuk cegah virus corona. Menurut dia, sekolah swasta memiliki otonomi sendiri dalam mengelola pendidikan.

"Kan begini, Kalau dia sekolah swasta kan punya otonomi sendiri. Saya juga dulu lama mengelola sekolah swasta. Jadi kita (sekolah swasta) punya otonomi," ujar Arsul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (5/3).

Menurut dia, hal yang harus diperhatikan oleh pihak sekolah tentu terkait penyerapan bahan materi pelajaran oleh siswa. Keputusan sekolah untuk libur, mestinya tidak mengganggu tuntasnya penyampaian materi kepada siswa yang telah dicanangkan untuk satu periode pembelajaran.

"Paling penting sekolah itu bagaimana materi yang diajarkan katakanlah dalam semester, atau catur wulan tertentu, terserap oleh murid-murid. Meskipun banyak liburnya," ujar dia.

Sebagai contoh dia menyebutkan proses belajar dan mengajar yang dilakukan sekolah di negara lain. Di Skandinavia misalnya, materi ajar bisa disampaikan secara tuntas, meski banyak waktu libur.

"Kita lihat sekolah di negara Skandinavia itu banyak liburnya, tapi materi-materi sekolah di sana bisa terserap, bisa dipahami juga oleh murid-muridnya dengan jam pelajaran yang hari sekolah yang lebih pendek," tandasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP