Buntut Mayat Sekeluarga di Kalideres, Camat Evaluasi Lurah se-Jakbar
Merdeka.com - Peristiwa penemuan empat mayat satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, bikin heboh. Hasil forensik menyebut di dalam lambung keempatnya tidak ditemukan sisa makanan, yang artinya dugaan penyebab kematian karena kelaparan.
Buntutnya, lurah se-Jakarta Barat dikumpulkan untuk dievaluasi oleh Camat Kalideres Naman Setiawan.
Ia mengevaluasi jajaran lurah hingga tingkat RT (Rukun Tetangga). Naman menegaskan, sebagai pejabat teras, tingkat lurah, RW (Rukun Warga) dan RT wajib peduli dan memantau warga.
"Tadi saya ada rapat lagi dengan para lurah agar disampaikan pada ketua RW, kemudian RT, dan Lembaga Musyawarah Kelurahan di samping mengerjakan tupoksinya, kita juga tetap melihat kepada aspek-aspek lain sehingga termasuk manakala ada yang kurang berinteraksi, jadi perhatian. Barang kali untuk melakukan pendekatan sehingga kita tahu apa sih permasalahannya," kata Naman.
Naman juga mengatakan, setiap RT/RW telah memiliki grup di media sosial untuk saling berkomunikasi dengan para lurah. Maka dari itu, segala kendala dalam dikomunikasikan melalui grup atau media sosial tersebut.
"Ini RT dan RW sudah punya jejaring grup-grup sosial dengan lurah walaupun tidak bertatap muka atau jarang bertatap muka. Tapikan komunikasi lewat medsos kan aktif sehingga kalau ada kendala-kendala, di grup bisa disampaikan. Dari grup, juga ada penanganan termasuk dalam hal ini kecamatan dan kelurahan," tambah Naman saat dikonfirmasi wartawan, Senin (14/11).
Dalam evaluasi tersebut, ia meminta agar jajaran di bawahnya, lurah, ketua RW hingga RT lebih sering berinteraksi dengan warganya.
"Kalau RT/RW dan masyarakat dari lalu-lalu sudah disampaikan kepada ketua RT, bahwa kita harus peka dan peduli terhadap keadaan lingkungan. Nah mungkin berkaitan dengan (penemuan jenazah di Kalideres), ke depannya agar lebih ditingkatkan lagi," kata Naman.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya