Begini Kondisi Terakhir Perwira Polisi yang Dikeroyok Pemuda Pancasila

Kamis, 25 November 2021 20:54 Reporter : Bachtiarudin Alam
Begini Kondisi Terakhir Perwira Polisi yang Dikeroyok Pemuda Pancasila Oknum anggota Pemuda Pancasila jadi tersangka kepemilikan sajam. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Kabagops Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Kramat Jati. Dia dikeroyok anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) yang tengah unjuk rasa di depan Gedung DPR, Kamis (25/11).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menyampaikan, Dermawan harus mendapatkan perawatan akibat luka serius pada kepala bagian belakang.

"Dirawat di rumah sakit Kramatjati dengan luka yang cukup serius di kepala bagian belakang," kata Zulpan saat konferensi pers, di Polda Metro Jaya, Kamis (25/11).

Akibat luka tersebut, kata Zulpan, Dermawan kemungkinan tidak bisa bertugas sementara waktu. Karena masih dalam perawatan di rumah sakit.

"Kemungkinan beberapa hari ke depan yang bersangkutan tidak menjalankan tugas seperti biasa karena di dalam rumah sakit," tuturnya

Atas kejadian tersebut, Zulpan menyayangkan tindakan anarkis dan menyerang petugas oleh anggota Pemuda Pancasila.

"Kami sangat prihatin, di akhir demo terjadi hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Yaitu perlawanan dan penyerangan terhadap petugas dengan cara yang brutal," kata Zulpan.

Untuk diketahui akibat tindakan anarkis tersebut, sebanyak 15 orang Anggota Pemuda Pancasila telah ditetapkan sebagai dari 21 orang yang diamankan. Mereka ini dipersangkakan dengan dengan Undang-Undang Darurat Nomor 1 Tahun 1959.

"Untuk pelaku pengeroyokan nanti akan dikenakan Pasal 170 KUHP," lanjutnya.

Sementara enam orang sisanya masih menjalani pemeriksaan, yang salah satunya merupakan terduga pemukul Kabagops Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali.

Demo tersebut dilakukan Ormas Pemuda Pancasila yang menuntut politikus PDI Perjuangan (PDIP) Junimart Girsang meminta maaf. Menyusul ucapannya yang dianggap menghina kelompok tersebut. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini