RS Polri langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap bocah inisial M (7) yang babak belur disiksa oleh orangtuanya sendiri pasca ditemukan di Pasar Kebayoran Lama. Hasilnya anak tersebut mengalami luka serius disekujur tubuhnya dan alami gizi buruk
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan beberapa kondisi medis serius, antara lain patah tulang pada lengan kanan, dugaan infeksi tulang, gizi buruk, anemia berat dan bekas luka bakar di area wajah," ucap Wakil Kepala RS Polri Kramat Jati, Kombes dr. Erwin Zainul Hakim kepada wartawan, Minggu (15/6).
Erwin menerangkan, bocah tersebut ditangani RS Polri setelah menerima rujukan dari RSUD Kebayoran Lama, Kamis (12/6) kemarin.
Di RS Polri, sebanyak enam dokter menangani korban di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Erwin menegaskan pihanya akan menangani korban hingga maksimal.
"Upaya maksimal yang kita bisa berikan adalah sekarang dari perawatan intensif di PICU, dan kami dari Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri atas arahan pimpinan telah menyiapkan hampir 6 dokter secara berkolaborasi, untuk perawatan ini bisa maksimal," ucap Erwin.
Pada saat penanganan awal, katanya dokter yang menangani berfokus pada perbaikan kondisi umum pasien. Lalu dilanjutkan dengan mengambil tindakan operasi patah tulang bila nantinya kondisi bocah M sudah stabil.
Mengenai kondisi yang dialami korban nantinya juga akan ditangani secara bertahap.
"Pihak rumah sakit masih terus memantau perkembangan kondisi pasien dan akan memberikan update selanjutnya sesuai prosedur," tutur dia.
Advertisement
Ditemukan Terlantar di Pasar
Diberitakan sebelumnya, bocah M ditemukan di pasar Kebayoran Lama di Pasar Kebayoran Lama pada Rabu (11/6) pagi.
Kondisinya memprihatinkan. Mulai dari wajah hingga sekujur tubuh babak belur. Bahkan, tubuhnya kurus kering kerontang. Kurang gizi.
MK dievakuasi oleh Satpol PP Jakarta Selatan. Ia langsung dibawa ke Puskesmas terdekat hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Kebayoran Lama. Temuan itu kini dikawal oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan.
MK diduga merupakan korban penganiayaan dan ditinggalkan begitu saja oleh ayahnya sendiri di depan kios pasar.
Kanit PPPA Polres Metro Jakarta Selatan, Citra Ayu Civilia menerangkan, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap korban yang kini dirujuk di RSUD Kebayoran Lama. Menurut informasi yang diterima, anak tersebut ini baru tiba di Jakarta.
"Jadi yang bersangkutan menyampaikan bahwa dia dan ayahnya ini dari pasar Turi, hari Senin naik kereta sampai kurang lebih kemarin," kata dia dalam keterangannya, Rabu sore.
Citra menerangkan, si anak sama sekali tak tahu-menahu soal Jakarta. Sementara si ayah sendiri menghilang saat M sedang terlelap tidur. Singkatnya, korban kemudian ditemukan oleh sekuriti setempat dengan kondisi memperihantikan.
"Dia sudah tergeletak dalam keadaan lemah. Jadi memang anak ini sepertinya kekurangan gizi karena tubuhnya yang sangat kecil," ucap dia.
Dari hasil pemeriksaan awal si anak terdapat sejumlah luka yang mengarah pada kekerasan.
"Kemudian adanya luka lebam dimuka, ada luka bakar juga kemudian ada luka dibagian lengan yang membuat tulangnya itu menonjol keluar dari dagingnya," ujar dia.