Ayah paksa anak kandung jadi PSK

Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi | Rabu, 14 November 2012 15:24
Ayah paksa anak kandung jadi PSK
PSK. shutterstock

Merdeka.com - Seorang Ayah tega menjual anak gadisnya yang masih berusia 12 kepada temanya untuk dijadikan pekerja seks komersil. EH inisial bocah itu bekerja di Kampung Menceng, Cengkareng, Jakarta Barat, sejak Agustus lalu.

Ayah bejat berinisial F itu sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek. Himpitan ekonomi menjadi alasan menjual anaknya kepada rekannya sesama tukang ojek dengan tarif Rp 300-400 ribu per-malam.

"Jadi, kalau dari pengakuan EH, dia ini harus melayani laki-laki hidung belang dalam sebulan bisa 4-6 orang. Duitnya yah buat bapaknya itu," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, Rabu (14/11).

Arist mengatakan, perbuatan bejat F ini berawal saat ia kehilangan istrinya pada tahun 2007 lalu. F yang tadinya tinggal di Solo, memilih hijrah ke Jakarta pada awal 2012 untuk mengadu nasib.

"Karena di Solo hidupnya pas-pasan, F akhirnya membawa anaknya ini ke Jakarta pada awal 2012, dan menjadi tukang ojek. Nah di bulan Agusutus ekonominya semakin sulit mungkin karena enggak ada cara lain akhirnya ia menjual anaknya itu," kata Arist.

Lebih lanjut Arist menjelaskan, tidak kuat dengan perlakuan sang Ayah yang memang suka mabuk-mabukan dan juga memaksanya agar mau melayani teman-temanya, EH pun akhirnya memutuskan pergi dari rumah secara diam-diam.

"Hari Senin kemarin dia kabur, dan melapor ke Pospol di Cengkareng, namun sama polisi bukannya dibawa ke Polres tapi malah dibawa ke stasiun televisi swasta di kawasan Daan Mogot, Jakarta barat," jelas Arist.

EH pun akhirnya diantar oleh sejumlah kru TV nasional ke Komnas Perlindungan Anak. Komnas PA akan melakukan investigasi untuk menepuh upaya humum atas kasus ini. Bila terbukti menjual anaknya sendiri, orangtua EH tentu akan dipidanakan.

"Butuh langkah cepat menyelamatkan anak ini dari tekanan persoalan yang sedang dihadapi. Kami sudah merujuk rumah aman dan akan diterapi, jiwanya sudah pasti terganggu," katanya.

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Pusat, sedangkan F ayah korban pun kini masih belum ditahan. "Laporan sudah kami masukan, tapi masih dalam penyelidikan," ujar Arist.

[did]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Prostitusi

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE