Atasi Kemacetan Jakarta, Polisi Ingin Masyarakat Dipaksa Beralih ke Transportasi Umum

Selasa, 24 Januari 2023 16:39 Reporter : Nur Habibie
Atasi Kemacetan Jakarta, Polisi Ingin Masyarakat Dipaksa Beralih ke Transportasi Umum Bus Transjakarta baru. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mendukung pemerintah daerah untuk memperbaiki transportasi umum. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan yang ada di DKI Jakarta.

"Untuk kemacetan ini solusinya memang hanya satu, bagaimana transportasi umum kita perbaiki, kita dukung, kita kembangkan betul ya. Sebetulnya dari Jakarta ini tidak ketinggalan transportasi dengan luar negeri kalau angkutan. Ini bagaimana tinggal kita memaksa masyarakat menggunakan itu sebetulnya," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (24/1).

Menurutnya, angkutan umum itu tidak terkena tilang jika memang sesuai mengikuti aturan lalu lintas. Selain itu, angkutan umum mempunyai jalur tersendiri seperti bus Transjakarta.

"Itu tadi makanya ada ERT, terus nanti ada ganjil genap, kan sebenarnya untuk memaksa itu. Karena angkutan umum yang tidak kena tilang, kan gitu dan jalurnya cepat, ada jalur-jalur tersendiri," ujarnya.

"Nah ini akan menjadi kita dukung, program daripada program pemerintah daerah masalah transportasi," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Tak hanya mendukung perbaikan transportasi umum, pihaknya ingin agar adanya peningkatan tarif parkir di setiap gedung-gedung pemerintahan. Hal ini dimaksudkan agar dapat beralih ke angkutan umum.

"Satu lagi, yang mungkin saya usulkan untuk peningkatan ini. Bagaimana parkir ini harus dimahalkan, salah satu itu. Memaksa untuk orang beralih kepada angkutan umum, kalau parkir-parkir ini masih angkanya segitu. Ya sudah," ungkapnya.

"Bila perlu ini DPR parkirnya berapa, gratis ya. (Bulanan, bulanan). Salah satunya begitu, solusi juga. Parkir di setiap gedung-gedung pemerintahan ini harus kita ketatkan kembali, harus kita tingkatkan kembali. Bukan dalam rangka mencari itu, tetapi memaksa untuk orang beralih ke angkutan umum," pungkasnya.

[eko]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini